Sektor perkantoran masih tertekan hingga akhir tahun. Foto: Shutterstock
Sektor perkantoran masih tertekan hingga akhir tahun. Foto: Shutterstock

Dampak Pandemi, Penyewa Gedung Perkantoran Lakukan Efisiensi

Properti investasi properti perkantoran bisnis properti
Rizkie Fauzian • 09 Oktober 2020 21:05
Jakarta: Sektor perkantoran di DKI Jakarta masih mengalami tekanan selama pandemi. Akibatnya beberapa pengembang diperkirakan masih menunda pembangunan proyek baru.
 
"Pengembang kemungkinan besar akan menunda untuk memulai konstruksi proyek gedung perkantoran yang masih dalam tahap perencanaan," ujar Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto dikutip Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Saat ini jumlah ruang kantor di Jakarta yang belum terserap tercatat ada sebanyak 1,9 juta meter persegi, dengan 68 persennya dipasok di Central Business District (CBD).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tambahan pasok gedung perkantoran akan semakin memberikan tekanan kepada tingkat hunian di Jakarta pasa 2021," jelasnya.
 
Tak hanya itu, proyeksi tingkat permintaan ruang perkantoran lebih rendah dibandingkan sebelumnya akibat pandemi dan melambatnya tingkat pertumbuhan ekonomi.
 
"Pandemi yang berkelanjutan memberikan dampak pada aktivitas bisnis dan kinerja keuangan perusahaan. Hal ini menyebabkan penyewa terus melakukan efisiensi biaya operasional termasuk sewa gedung," ungkap Ferry.
 
Menurut Ferry banyak pengembang tidak melakukan ekspansi bisnis menjadi langkah yang diambil oleh penyewa. Salah satunya akibatnya, pemintaan perluasan ruang kantor yang terpakai saai ini atau bahkan berhenti beroperasi sama sekali.
 
"Penyewa sangat mungkin meminta pengurangan luas ruang di saat memperbaharui kontrak nanti. Sementara pengelola gedung dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi layout ruang di masa mendatang," katanya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif