REI Harap Dana di Pasar Keuangan Masuk ke Properti
Proyek pembangunan gedung perkantoran di salah satu sudut Jakarta. (AFP/Bay Ismoyo)
Jakarta:Tiga tahun terakhir penjualan properti anjlok hingga 70 persen. Real Estate Indonesia (REI) mengharapkan dana di pasar keuangan bisa dialokasikan untuk menggairahkan kembali sektor properti.

"Kita memimpikan gimana Rp 1000 trilyun masuk ke properti. Selama ini mereka masih menari di bursa, tabungan dan lain-lain," kata Ketum DPP REI Soelaeman Soemawinata  Soelaeman di acara Economic Challenges Metro TV, Selasa malam, 6 Maret 2018.


Geliat sektor properti baru terasa kembali akhir tahun lalu. Salah satu pendorongnya adalah program 1 Juta Rumah dan bunga kredit murah. Butuh dorongan modal lebih banyak agar properti kembali bergairah.

Sedangkan penguatan dolar saat ini berlangsung, menurut Soelaeman bisa menjadi hal positif bagi sektor properti. Namun, tentunya perlu dibarengi dengan kebijakan relaksasi dari pemerintah dalam bidang perpajakan, perizinan dan lain sebagainya agar investor masuk ke sektor tersebut.

"Kalau dolar menguat tentu kita lebih jauh lagi berharap mendapat kucuran dana-dana dari luar sana," sambungnya.


 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id