Rumah Murah Selamatkan Pengembang
Poster penjualan rumah murah dalam sebuah pameran properti di Semarang. Antara Foto/Rekotomo
Jakarta: Pasar properti sejauh ini masih lemah meski sudah batasan uang muka minimal sudah pemerintah longgarkan. Tetapi ada segmen pasar yang permintaannya terus tumbuh walau bunga kredit naik, yaitu rumah murah

Permintaan pasar terhadap rumah murah tipe 36 meter persegi lebih dominan dibanding yang lebih luas. Permintaan yang masih tinggi serta pertumbuhan indeks harga yang selalu meningkat membuat tipe rumah kecil jadi pilihan tepat para pengembang untuk membangun hunian.


"Untuk itu rumah tipe 36 merupakan pilihan tepat untuk investasi karena pertumbuhan indeks yang cenderung stabil," ujar Direktur Utama BTN Maryono di kantor Pusat BTN, Jakarta, Kamis (13/9/2018).


Kegiatan pembangunan rumah murah di Godean, Yogyakarta. Skema KPR bersubsidi lebih besar pengarunya bagi lancarnya penjualan rumah berukuran kecil dibanding pelonggaran LTV. MI/Agus Oetantoro

Berdasarkan data BTN, tercatat indeks harga rumah tipe 36 pada kuartal II 2018 sebesar 167,74 atau tumbuh 8,40 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. "Indeks harga rumah tipe 21-36 sejak 2014 mencapai indeks tertinggi, yaitu 167,74 dibandingkan tipe 45-70 yang masing-masing 143,97 dan 141,20," jelas Maryono.

Wilayah yang paling banyak permintaan rumah berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada 2016 di dua provinsi padat penduduk itu mencatatkan permintaan rumah yang mencapai 1 juta unit.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id