?Rusunawa Bintaro bagi Nelayan di Mataram dibangun dengan anggaran Rp19,986 miliar. Foto: Antara
?Rusunawa Bintaro bagi Nelayan di Mataram dibangun dengan anggaran Rp19,986 miliar. Foto: Antara

Rusunawa Nelayan di Mataram Bakal Dilengkapi Furnitur

Properti Rusun Program Sejuta Rumah Penyediaan Rumah Rusunami Kementerian PUPR
Antara • 23 September 2021 19:49
Mataram: Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat realisasi 
pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan sudah mencapai 61 persen.
 
"Untuk konstruksi bangunan inti sampai ke lantai tiga dan pemasangan atap sudah rampung," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri di Mataram, Kamis, 23 September 2021.
 
Sementara sisanya, sedang dilakukan kegiatan penataan taman serta penataan bagian dalam setiap kamar di rusunawa. Untuk penataan taman dikerjakan urugan tanah agar lebih tinggi pada bagian utara, selain itu pemasangan batu kali di sekitar rusunawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan untuk penataan bagian dalam kamar rusunawa dikerjakan pengecatan dasar dan pemasangan plafon gypsum pada lantai satu hingga dua," katanya.
 
Menurutnya, realisasi pembangunan rusunawa tersebut sesuai dengan target berjalan, sehingga diharapkan bisa rampung 100 persen pada akhir November 2021.
 
"Rusunawa nelayan Bintaro ini akan dilengkapi dengan mebel antara lain, lemari, kursi dan tempat tidur. Jadi, warga yang akan tinggal di Rusunawa Bintaro tinggal membawa pakaian dan perabot rumah tangga," katanya.
 
Rusunawa Bintaro dibangun dengan anggaran Rp19,986 miliar bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di atas lahan yang disiapkan seluas 2,1 hektare untuk perencanaan tiga "twin block".
 
"Tujuannya, agar semua nelayan yang berada di sempadan pantai dan nelayan di huninan sementara (huntara) bisa terakomodasi," jelasnya.
 
Karena itu, pembangunan rusunawa nelayan saat ini merupakan pembangunan tahap pertama berupa satu "twin block" atau dua blok, dengan bentuk fisik tiga lantai, dengan 44 kamar tipe 36 dengan fasilitas dua kamar tidur, satu kamar tamu, satu dapur dan satu kamar mandi.
 
"Untuk calon penghuni, akan kita serahkan ke pengelola rusunawa sebelumnya. Pastinya, bagi penghuni lansia dan difabel diprioritaskan dapat kamar pada lantai satu," kata Fikri.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif