Program Padat Karya telah menyerap 1,8 juta pekerja pada 2021. Foto: MI
Program Padat Karya telah menyerap 1,8 juta pekerja pada 2021. Foto: MI

Program Padat Karya Tunai Bidang Perumahan Serap 266.394 Pekerja

Properti infrastruktur Permukiman Perumahan Kementerian PUPR Padat Karya Tunai (PKT)
Antara • 25 Januari 2022 20:30
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi program Padat Karya telah menyerap 1,8 juta pekerja pada 2021.Program tersebut untuk membantu membuka lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat.
 
"Kementerian PUPR juga telah melaksanakan program pembangunan infrastruktur kerakyatan yang dilaksanakan dengan pola padat karya melalui 20 kegiatan yang tersebar di 33 propinsi, dengan keseluruhan penerima manfaat sebesar 1,8 juta pekerja," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa, 25 Januari 2022.
 
Menteri PUPR menyampaikan rincian realisasi pelaksanaan program Padat Karya tahun 2021 di bidang Sumber Daya Air telah menyerap 361.771 pekerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan realisasi di bidang Cipta Karya telah menyerap 417.381 pekerja, kemudian realisasi bidang Bina Marga menyerap 749.299 pekerja, dan realisasi bidang Perumahan telah menyerap 266.394 pekerja.
 
Sebelumnya Menteri PUPR mengungkapkan program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai (PKT) dinilai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di pedesaan di tengah pandemi  covid-19. yang melanda Indonesia.
 
Menurut dia, pembangunan infrastruktur padat karya, selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, juga bertujuan mengurangi pengangguran.
 
Menteri PUPR itu juga menambahkan pola pelaksanaan Padat Karya Tunai harus memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran covid-19.
 
Percepatan Program Padat Karya Kementerian PUPR utamanya adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi covid-19.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif