Ilustrasi rumah, Medcom.id - M Rizal
Ilustrasi rumah, Medcom.id - M Rizal

Setahun Bekerja Tetap, Milenial Sudah Bisa Kredit Rumah

Properti kpr
Laela Badriyah • 15 Februari 2019 09:50
Jakarta: Rumah termasuk kebutuhan paling utama. Siapapun bisa mewujudkan kebutuhan itu. Bahkan generasi milenial yang baru menjadi karyawan tetap selama setahun pun bisa mengajukan kredit pembelian rumah.
 
Sebagai bagian dari kalangan milenial, pengusaha properti Ghofar Rozaq Nazila mengingatkan anak-anak muda untuk peduli dengan pembelian rumah. Membeli rumah, ujarnya, tak sama dengan membeli barang-barang lain.
 
"Harga rumah atau properti lain itu makin lama makin naik. Tak banyak kesempatan untuk membeli rumah. Jadi gunakan kesempatan itu dengan baik," ujar Ghofar dalam peluncuran BTN KPR Hits di Jakarta Selatan, Kamis, 14 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Justru, di usia muda, peluang membeli rumah masih besar. Penghasilan belum menyentuh biaya tanggungan atau cicilan. Asalkan, kebiasaan konsumtif dikurangi.
 
Untuk memenuhi kebutuhan itu, BTN Syariah meluncurkan produk pembiayaan properti khusus milenial. Generasi yang sudah berusia 21 tahun atau lebih dapat mengajukan pembelian rumah secara kredit melalui pembiayaan tersebut.
 
Setahun Bekerja Tetap, Milenial Sudah Bisa Kredit Rumah
(Peluncuran KPR Hits, pembiayaan kredit rumah untuk milenial dari BTN Syariah, di Jakarta, Medcom.id - Ririn)
 
"Yang penting, sudah punya penghasilan tetap minimal satu tahun," kata Kepala Divisi Syariah Bank BTN, Joni Prasetyanto.
 
Keistimwaan KPR Hits, lanjut Joni, mengggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). MMQ merupakan gabungan dari dua akad yaitu musyarakah dan ba'i. Artinya, pembelian rumah atau apartemen yang menjadi agunan KPR merupakan aset bersama antara bank dan nasabah dengan porsi kepemilikan disepakati pada awal akad.
 
Sehingga, nasabah dapat menambah besaran angsuran untuk memiliki properti itu dan mengurangi jatah kepemilikan bank. Alhasil, kepemilikan rumah akan beralih sepenuhnya kepada nasabah setelah angsuran lunas.
 
Sementara itu Direktur Keuangan dan Tresuri BTN Iman Nugroho Soeko menjelaskan rumah yang masuk dalam pengajuan kredit itu adalah properti yang sudah tersedia, bukan yang sedang dibangun.
 
roperti seken pun dapat diajukan dalam program KPR Hits. Asalkan, dokumen legalnya lengkap seperti memiliki surat hak guna bangunan (SHGB) dan izin mendirikan bangunan (IMB). Skema pembeliannya bisa dengan alih bayar atau kate over dan top up.
 
Keuntungan lain dari KPR Hits, ujar Iman, uang mukanya ringan yaitu 1 persen dari harga total pembelian rumah. Perseroan menetapkan ujroh atau margin tetap sebesar 7,75% selama 3 tahun dan 8,25% selama 5 tahun. Setelah itu, jelas Iman, ujroh yang dikenakan berjenjang selama tenor yang disepakati.
 
"Jangka waktunya cukup panjang, yaitu maksimal 30 tahun," ungkap Iman.
 
Peluncuran produk KPR Hits merupakan salah satu strategi BTN Syariah mengejar target pertumbuhan pembiayaan di 2019. Iman menargetkan dapat meraup pembiayaan sebesar Rp1,35 triliun melalui KPR Hits atau setara dengan penjualan kurang lebih 2.700 unit.
 
Sementara itu, target pembiayaan tahun 2019 diproyeksi bisa menembus Rp25 triliun atau tumbuh di atas angka 14 persen dibandingkan tahun 2018 yang telah mencapai sekitar Rp22 triliun. Di usia ke-14 tahun, BTN Syariah merealisasikan pembiayaan sekitar Rp26 triliun dan telah membukukan aset senilai Rp28,5 triliun.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif