Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid optimistis target Program Sejuta Rumah tercapai. (Foto: Medcom/Gervin)
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid optimistis target Program Sejuta Rumah tercapai. (Foto: Medcom/Gervin)

Jurus Kementerian PUPR Kejar Target Sejuta Rumah

Properti program sejuta rumah
Gervin Nathaniel Purba • 23 Februari 2019 19:57
Pekalongan: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 1,25 juta unit rumah pada 2019 dalam program sejuta rumah. Target tersebut diharapkan dapat tercapai.
 
“Insya Allah optimistis dapat tercapai,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, ditemui Medcom.id, di rusunawa mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal), Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Februari 2019.
 
Khalawi membeberkan beberapa strategi untuk mencapai target, yakni pembangunan rumah subsidi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki gaji maksimal Rp8 juta, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), dan pembangunan rumah berbasis komunitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk perumahan komunitas, Kementerian PUPR sedang membangunkan rumah untuk Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) dan komunitas guru tak tetap dan buruh. Dalam waktu dekat, akan membangunkan rumah untuk komunitas ojek online dan sopir taksi.
 
“Kami ingin sebanyak-banyaknya (berbagai komunitas), bergantung kemampuan mereka. Hal ini bisa membantu menambah pencapaian program sejuta rumah," ujarnya.
 
Dari target 1,25 juta unit rumah, komposisinya terdiri atas 635.361 unit rumah tapak. Sisanya adalah unit rumah susun baik untuk masyarakat umum, santri, PNS/ASN dan TNI/Polri.
 
Dana yang dianggarkan adalah Rp17,6 triliun. Porsi pemerintah sekitar 20 persen, di antaranya yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
 
"Pemerintah melalui APBN hanya 20 persen, subsisi melalui FLPP, SSB, dan SBUM sebesar 30 persen, kontribusi swasta dan swadaya 50 persen. Kalau dari pemerintah pembangunan langsung dengan APBN seperti rusunawa, rumah khusus dan stimulan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU)," ujar Khalawi, beberapa waktu lalu.
 

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif