Tangsel Andalkan Rusunawa untuk Hunian Warganya
Anak-anak warga bertamin di taman rusunawa Cilawu, Garut. Rusunawa jadi solusi penyediaan hunian layak yang terjangkau. Antara Foto/Agvi Firdaus
Tangerang: Pada 2014, sebanyak 33.350 kepala keluarga kurang mampu di Tangerang Selatan, Banten, belum memiliki rumah. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah kota lebih membangun rumah susun sewa (rusunawa) di kawasan Ciputat.

Kepala Seksi Rumah Tapak Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangerang Selatan Era mengatakan pemkot membangun dua rusunawa. Rusun diperuntukkan warga yang mengantongi KTP elektronik wilayah Tangerang Selatan.


"Tiap unit rusun untuk warga yang berpenghasilan rendah dan belum memiliki tempat tinggal," ujar Era di ruang kerjanya di Tangsel, Jumat, 30 November 2018.

Setiap rusun terdiri dari 74 unit. Lokasinya berada di Kelurahan Serua. Tarif sewanya yaitu Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per bulan.

Pembangunannya dilakukan pada tahun 2009. Sejak peresmian, sebanyak 30 kepala keluarga telah menghuni dua rusun tersebut.

Selain itu, Tangsel juga memiliki program Bedah Rumah. Bentuknya yaitu memperbaiki rumah agar layak huni. Tujuan program yaitu masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki rumah namun tak layak.

“Kebutuhan terhadap rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyediaan rusunawa, perbaikan rumah umum tidak layak huni dan mewajibkan pengembng perumahan menyediakan hunian berimbang,” ucapnya. 

Menurut Era, Pemkot Tangsel tak dapat mengembangkan hunian bersubsidi. Sebab, harga tanah di Tangsel cukup mahal.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id