Masjid dengan 3 Rekor Dunia
Sebuah pesawat terbang melintas di atas Sheikh Zayed Grand Mosque, Abu Dhabi. Masjid megah ini merupakan ke tiga terbesar dunia dan memegang tiga lagi rekor dunia. AFP Photo/Giuseppe Cacace
Abu Dhabi:Ibukota Uni Emirat Arab ini tidak kekurangan masjid megah. Tetapi yang termegah di antara yang termegah di negara federasi kaya minyak bumi ini adalah Masjid Agung Sheikh Zayed atau Sheikh Zayed Grand Mosque.

Masjid yang satu ini dinobatkan yang terbesar ke tiga di atas bumi, setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Tak heran jika masjid tersebut menjadi salah satu destinasi wisata religi yang sering didatangi wisatawan.


Di dalam Guinness Book of World Records, masjid yang dibangun dengan dana USD 2 milyar ini meraih tiga rekor tambahan. Yaitu masjid dengan karpet terluas, lampu gantung terbesar dan kubah terbesar.

Masjid ini dibangun mulai 1996 atas perintah Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Setelah presiden pertama UEA itu wafat pada 2004, pembangunannya dilanjutkan oleh putera-puteranya. Sheikh Zayed meminta agar masjid itu didirikan di jantung kota Abu Dhabi, antara Jembatan Musaffah dan Jembatan Maqta.



Arsitektur


Masjid ini dibangun di lahan seluas 22 ribu meter persegi. Ketinggian lahannya 11 meter di atas permukaan laut dan 9,5 meter di atas permukaan jalan sehingga dapat terlihat dari segala penjuru arah.

Arsitektur masjid berdaya tampung 40 ribu orang ini dipengaruhi gaya Maroko dikombinasikan dengan kubah-kubah khas Ottoman. Memiliki 82 kubah bergaya Maroko yang semuanya dihias dengan batu pualam putih.

Kubah utama berdiameter 32,8 meter dan setinggi 55 meter dari dalam atau sekitar 85 meter dari luar. Merujuk kepada Turkey Research Centre for Islamic History and Culture, bentuk kubah ini merupakan kubah terbesar yang pernah dibuat dalam jenis yang sama.

Masjid ini memiliki lebih dari seribu pilar di area luar yang dilapis dengan lebih dari 20 ribu lembaran pualam dan batu alam polesan. Termasuk lapisan lazuli, red agate, amethyst, abalone shell danmother of pearl.

Di ruang utama terdapat 96 pilar bundar berukuran besar yang kesemuanya di lapisi dengan mother of pearl. Serta fitur utama ekterior masjid ini selain 82 kubahnya adalah empat bangunan menara setinggi hampir 107 meter di empat penjuru masjid.



Di sekeliling masjid dibangun rangkaian kolam seluas 7.874 meter persegi berlantai keramik warna gelap. Kolam kolam ini memantulkan bentuk arkade masjid memberikan pemandangan spektakuler di bawah siraman cahaya lampu lampu di malam hari.

Tata cahaya unik ini dirancang arsitek tata cahaya, Jonathon Speirs dan Major. Pemandangan awan abu-abu kebiruan di proyeksikan ke pada dinding luar masjid dan menghasilkan pemandangan yang berebeda setiap hari.

Rancangan impresif menghias sisi dalam masjid dengan menggunakan material pualam Italia dipadu rancangan ukiran floral di ruang sholat utama. Dinding sisi luar dihias mozaik kaca emas, sebagaimana tampak di sisi barat. Pintu utama masjid juga dibuat dari kaca setinggi 12.2 meter dan lebar 7 meter memiliki berat mencapai 2.2 ton.

Desain dan pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed menggunakan bahan-bahan dan pengrajin dari berbagai negara seperti India, Italia, Jerman, Maroko, Pakistan, Turki, Malaysia, Iran, Cina, Inggris, Selandia Baru, Yunani dan UAE sendiri. Bahan yang dipilih juga terbilang kokoh dan tahan lama termasuk batu marmer, emas, batu semi mulia, kristal dan keramik.

Sebanyak 38 perusahaan kontraktor dilibatkan dalam pembangunan masjid Sheikh Zayed ini dengan mengerahkan sebanyak 3.500 pekerja untuk merealisasikan proyek ini selama hampir 12 tahun. Akhirnya pada 20 Desember 2007 Masjid Sheikh Zayed resmi dibuka dan digunakan.

Interior

Interior masjid agung itu dihias secara menakjubkan dan menampilkan tanaman unik serta ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dirancang khusus. Kaligrafi interior masjid karya seniman dari Uni Emirat Arab, Suriah dan Yordania.


Mihrab dengan detail kaca emas. Dinding sekelilingnya berhias ornamen tanaman dengan kaligrafis Asmaul Husnah (99 nama Allah). muslimheritage

Sejumlah perusahaan besar berskala internasional yang berfokus pada pembuatan lampu kristal utamanya. Di masjid agung tersebut dengan tujuh lampu gantung berlapis emas dalam berbagai ukuran.

Interior lainnya yang menakjubkan dari masjid tersebut adalah lebih dari 5.625 meter persegi karpet digelar untuk melapisi lantai di aula utama. Karpet itu dikerjakan 1.300 pengrajin asal Iran menggunakan 35 ton benang wol dan 12 ton kapas.

Untuk bagian alas masjid itu, sebanyak 25 warna alami digunakan dalam pembuatannya. Hijau menjadi warna yang dominan digunakan lantaran merupakan favorit almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id