Pelonggaran LTV tak mempan untuk apartemen

Rizkie Fauzian 07 Juli 2018 09:00 WIB
apartemen
Pelonggaran LTV tak mempan untuk apartemen
Deretan tower apartemen kelas menengah atas di Jakarta Barat. Antara Foto/Dhemas Reviyanto
Jakarta:Pertumbuhan pasar apartemen di Jakarta dan kota-kota besar lain belum menunjukkan perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Upaya pemerintah menggairahkan bisnis properti dengan melonggarkan Loan To Value (LTV) tidak cukup ampuh untuk yang satu ini.

"Kebijakan ini tidak membatasi pembelian apartemen, kita bisa beli lima sekaligus tanpa batas uang muka. Tetapi bisa menjadi beban saat cicilan terutama karena jangka waktu dan bunga yang tinggi," kata Senior Asscociate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto di World Trade Center, Jakarta, Rabu (4/7/2018).


Menurutnya kendala utama pembelian apartemen -dan pasar properti pada umumnya- adalah daya beli masyarakat yang melemah. Memang apartemen untuk pasar segmen menengah ke bawah tergolong laris, namun ternyata pertumbuhannya belum signifikan.

Sementara untuk apartemen dengan segmen kelas menengah atas, kendala yang dihadapi adalah sentimen negatif imbal hasil atau yield. Di dalam dua tahun terakhir yield pasar dianggap belum terlalu besar.

Hal tersebut membuat penjualan apartemen tahun ini terus mengalami penurunan. Dalam catatan Colliers, terdapat 64 ribu pasokan baru atau 33 persen dari total pasokan hingga 2021.

Belum adanya sentimen positif, membuat tingkat serapan dari apartemen juga terus mengalami penurunan. Alhasil, pertumbuhan harga juga masih kurang atau lebih rendah 10 persen dibandingkan dengan 2011 hingga 2015.

"Kenaikan harganya juga berkurang, growt masih kurang juga, ini mencerminkan pasar apartemen belum membaik tahun ini," jelasnya.

 



(LHE)