BP Tapera salurkan dana FLPP untuk 20.327 unit rumah. Foto: Kementerian PUPR
BP Tapera salurkan dana FLPP untuk 20.327 unit rumah. Foto: Kementerian PUPR

Ngebut, BP Tapera Salurkan Dana FLPP Rp2,24 Triliun untuk 20.327 Rumah

Rizkie Fauzian • 04 Maret 2022 17:59
Jakarta: Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per 2 Maret 2022 mencapai Rp2,24 triliun. Angka tersebut disalurkan untuk 20.327 unit rumah.
 
Penyaluran tersebut dilakukan melalui 18 bank, 3.306 pengembang dan 4.361 perumahan di Indonesia. Selain itu, masih terdapat data tunggu yang belum dibayarkan sebanyak 5.129 unit senilai Rp572,43 miliar.
 
Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan pencapaian penyaluran dana FLPP pada Februari 2022 memperlihatkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan penyaluran dana FLPP pada bulan yang sama tahun sebelumnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2021 penyaluran dana FLPP pada Februari sebanyak 650 unit senilai Rp69,79 miliar. Sedangkan pada Februari 2022, penyaluran dana FLPP ditutup pada 25 Februari 2022 lalu sebanyak 13.345 unit senilai Rp1,47 triliun. 
 
"Penyaluran dana FLPP Februari tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya terjadi peningkatan hingga 20,5 kali lipat. Ini memperlihatkan optimisme yang tinggi dari pelaku pembangunan perumahan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Maret 2022.
 
Optimisme ini diharapkan Adi terus berlanjut hingga target penyaluran dana FLPP tahun 2022 bisa tercapai. Rencananya, pada minggu kedua Maret 2022, BP Tapera selaku Operator Investasi Pemerintah (OIP) akan melakukan penandatangan perjanjian kontrak kinerja dengan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
 
Kontrak kinerja menyangkut masalah layanan prima, akuntabilitas pengelolaan dana FLPP serta pengelolaan kinerja keuangan yang efektif, efisien dan akuntabel. Adi menyadari pemerintah telah berupaya sepenuhnya untuk terus membuat pasar perumahan di Indonesia terus berkembang dengan baik. 
 
Hal ini terlihat dari perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Perpanjangan insentif PPN DTP properti tertuang dalam PMK Nomor 6/PMK.0110/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Rumah Susun yang ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2022 yang ditetapkan pada 2 Februari 2022.  
 
Untuk proses tersebut, aplikasi Sikumbang yang terus dikembangkan oleh BP Tapera masih menjadi andalan yang digunakan oleh pemerintah untuk mendatanya. 
 
Adapun 18 bank penyalur itu ialah BTN, BTN Syariah, BNI, BJB, Bank Sumsel, Bank Jambi, Bank Nagari, Bank Riau Kepri Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Kalbar, Bank Nagari Syariah, Bank Sulsel, Bank Aceh, Bank Kaltim, Bank Sulteng, Bank Kalbar Syariah, Bank DKI dan Bank Jambi Syariah. 

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif