Kinerja sektor perumahan tetap positif tahun ini. Foto: Shutterstock
Kinerja sektor perumahan tetap positif tahun ini. Foto: Shutterstock

Kinerja Sektor Perumahan Ditopang Suku Bunga Tahun Ini

Properti investasi properti properti Perumahan Bisnis Properti Harga rumah
Antara • 18 April 2022 16:25
Jakarta: Kinerja sektor perumahan masih positif sepanjang tahun ini. Hal tersebut ditopang oleh suku bunga kredit pinjaman yang rendah dan inflasi.
 
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan, kinerja sektor perumahan tumbuh terbatas karena pengembang cenderung menahan kenaikan harga sembari menghabiskan stok rumah siap huni dan insentif (PPN DTP) properti.
 
"Kinerja sektor perumahan diperkirakan masih positif sepanjang 2022 meskipun pertumbuhan harga terbatas," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 18 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Jakarta tercatat sebagai salah satu kota yang memiliki pertumbuhan harga residensial positif di 1,4 persen pada kuartal IV-2021.
 
Hal ini juga seiring dengan indeks dari Bank Indonesia dimana pada data akhir 2021 yang menyatakan indeks pertumbuhan perumahan Jakarta berada di angka 1,42 persen.
 
Bank Indonesia juga menyatakan bahwa, indeks harga residensial Jakarta di kuartal I-2022 mengalami kontraksi, atau berada di angka 1,04 persen. Kondisi ini juga tercermin dari performa pertumbuhan harga residensial di Indonesia.
 
Sebelumnya Knight Frank Global dalam laporannya Global Residential Cities Index untuk periode kuartal IV-2021 mencatat pertumbuhan harga residensial di berbagai perkotaan dunia. 
 
Indeks tersebut menyebutkan bahwa rata-rata pertumbuhan harga tahunan di sejumlah 150 kota di dunia pada kuartal IV-2021 tercatat tumbuh sebesar 11 persen.
 
Angka tersebut bahkan tercatat sebagai yang tertinggi semenjak kuartal IV-2004, atau yang tertinggi selama 18 tahun ke belakang.
 
Amerika memiliki rata-rata pertumbuhan harga tertinggi di 15 persen, diikuti oleh Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) yang tercatat memiliki rerata pertumbuhan hingga 11 persen.
 
Sementara itu, kawasan Asia Pasifik tercatat memiliki angka pertumbuhan di kisaran 9 persen.
 
Head of International Residential Research, Knight Frank Kate Everett-Allen mengatakan bahwa situasi lockdown yang berlarut menyebabkan warga Amerika Serikat berhasil menabung secara signifikan, diikuti juga dengan adanya peningkatan nilai ekuitas dari aset rumah yang mereka miliki.
 
"Kekayaan lebih tersebut akhirnya digunakan untuk merenovasi rumah yang ditinggali ataupun untuk membeli properti kembali,” ujar Kate Everett-Allen.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif