Rusun Pondok Pesantren TQDQ di Kulonprogo. Foto: Kementerian PUPR
Rusun Pondok Pesantren TQDQ di Kulonprogo. Foto: Kementerian PUPR

Rusun Dua Lantai Meluncur untuk Santri di Kulon Progo

Rizkie Fauzian • 23 Juni 2021 18:52
Yogyakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah susun (rusun) bagi santri di Pondok Pesantren Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Rusun senilai Rp2,4 miliar tersebut bakal dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap berupa tempat tidur susun, lemari, dan fasilitas lainnya. Sehingga para santri bisa fokus dan lebih bersemangat dalam belajar.
 
"Pembangunan rusun ini merupakan salah satu komitmen Kementerian PUPR dalam mewujudkan sarana hunian yang memadai bagi peserta didik di Yogyakarta termasuk untuk para santri di pondok pesantren," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 Juni 2021.

Khalawi menambahkan, pembangunan Rusun dilaksanakan Kementerian PUPR secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Ke depan, mau tidak mau dengan semakin terbatasnya lahan untuk perumahan dan permukiman, maka hunian vertikal menjadi salah satu solusi dan pilihan tempat tinggal masyarakat.
 
"Generasi muda Indonesia termasuk para santri harus dilatih sejak dini untuk belajar tinggal di hunian vertikal seperti Rusun ini," jelasnya.
 
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa III Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Mochamad Mulya Permana mengatakan, saat ini proses pembangunan rusun sudah dimulai.
 
"Kami harap proses pembangunan bisa berjalan dengan baik sesuai rencana yang telah ditetapkan," ungkapnya.
 
Berdasarkan data, rusun tersebut berlokasi di Jalan Yogya-Wates Km. 22, Dusun Ngrandu, Kelurahan Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Luas keseluruhan bangunan rumah susun adalah 392,85 meter persegi.
 
Rusun Pondok Pesantren TQDQ ini akan dibangun satu tower setinggi dua lantai dan dapat menampung sebanyak 56 santri.  Kontraktor pelaksana pembangunan Rusun adalah PT Intishar Berkah Globalindo dengan anggaran sebesar Rp2,4 miliar.
 
Untuk menjaga kualitas konstruksi, PT Elcentro Consultant Engineering akan melakukan supervisi selama proses pembangunannya.
 
Mulya juga meminta dukungan para santri dan pengasuh Pondok Pesantren TQDQ untuk merawat dan memelihara rumah susun jika proses konstruksinya sudah selesai.  
 
Dengan demikian, infrastruktur perumahan berupa fasilitas hunian pendidikan ini bisa memiliki umur panjang dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk para santri di masa mendatang.
 
"Proses konstruksi hunian vertikal ini ditargetkan akan selesai dalam lima bulan yaitu pada Oktober 2021," katanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan