Debenhams menutup tokonya secara permanen akibat pandemi. Foto: AFP
Debenhams menutup tokonya secara permanen akibat pandemi. Foto: AFP

Terdampak Pandemi, Debenhams Tutup Permanen

Properti ritel bisnis properti Pusat Perbelanjaan
Insi Nantika Jelita • 02 Desember 2020 22:00
Jakarta: Debenhams salah satu perusahaan ritel raksasa di Inggris menutup secara permanen operasinya. Hal tersebut merupakan dampak pandemi covid-19.
 
Pengumuman tersebut disampaikan pemilik merk brand Topshop Arcadia. Bahkan pengumuman disampaikan kurang dari 24 jam setelah dirinya mengajukan pailit.
 
Debenhams, selama setahun ini telah menyatakan dua kali bangkrut, sebelumnya pada April juga mengumumkan kebangkrutan lebih dahulu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan tutupnya perusahaan, maka nasib 25 ribu pekerjanya di Inggris berada di ujung tanduk. Perusahaan mengatakan sulit menemukan pembeli sehingga harus menghentikan operasi.
 
Sebanyak 124 outlet Debenhams dan toko daring masih mempekerjakan 12 ribu untuk menghabiskan stok dagang. Masih ada 45 toko waralaba, yang sebagian besar berada di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Eropa Timur.
 
Sebelumnya, ritel olahraga JD Sports Fashion mengonfirmasi bahwa mereka telah mengakhiri diskusi tentang pembelian Debenhams.
 
Keputusan Debenhams untuk menutup perusahaan di Inggris memberikan pukulan baru bagi industri ritel Inggris. Arcadia, berusaha mempekerjakan 13 ribu orang untuk terus berdagang dan mencari pembeli.
 
Ritel pakaian Inggris lainnya mengalami penurunan penjualan yang parah. Marks & Spencer (MAKSY) dan Selfridges yang telah mengumumkan PHK besar-besaran akibat pandemi dan menutup toko selama berbulan-bulan.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif