Harga sewa perkantoran di kawasan  Central Business District (CBD) Jakarta masih turun. Foto: Shutterstock
Harga sewa perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta masih turun. Foto: Shutterstock

Harga Sewa Gedung Perkantoran di Jakarta Masih Turun

Properti properti Perkantoran Bisnis Properti
Rizkie Fauzian • 15 April 2021 14:55
Jakarta: Permintaan ruang perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta pada triwulan I masih cukup aktif. Hal ini didorong oleh penyewa yang melakukan relokasi ke gedung dengan grade lebih baik.
 
"Tren perpindahan menuju gedung yang lebih baru dengan kualitas yang lebih baik masih tetap terjadi sehingga mengakibatkan total penyerapan menjadi negatif," ujar Head of Office Leasing JLL Angela Wibawa dalam konferensi pers virtual, Kamis, 15 April 2021.
 
Angela menambahkan bahwa tingkat hunian di kawasan CBD masih stabil di angka 74 persen mengingat tidak ada gedung yang selesai dibangun di triwulan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, Head of Research JLL Yunus Karim menyampaikan bahwa secara total penyerapan pada triwulan I tahun ini untuk kawasan CBD adalah -5.400 meter persegi. 
 
"Tetapi jika melihat secara detail sebetulnya gedung-gedung perkantoran grade A masih mencatat penyerapan yang positif yakni sebesar 3.600 meter persegi," katanya.
 
Hal ini terjadi karena penyewa masih melakukan relokasi untuk menuju gedung-gedung perkantoran baru dengan grade yang lebih tinggi, sehingga terjadi perpindahan dari gedung grade B dan C ke gedung dengan grade A.
 
"Secara umum para tenant masih melakukan strategi penghematan, namun kami melihat para tenant mencari secara aktif kesempatan terhadap ruang perkantoran di akhir triwulan 1 tahun ini, ketika pemerintah mulai menaikkan kapasitas pekerja WFO dari 25 persen menjadi 50 persen untuk perkantoran," kata Yunus.
 
Kemudian untuk tahun ini, JLL memperkirakan terdapat tambahan pasokan gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta sebesar 280 ribu meter persegi hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk ruang perkantoran di kawasan non-CBD terdapat beberapa permintaan positif di beberapa area salah satunya di kawasan Jakarta Selatan.
 
JLL memperkirakan akan terdapat gedung-gedung perkantoran yang selesai dibangun tahun depan sehingga menyebabkan rata-rata tingkat hunian di kawasan non-CBD menurun. Beberapa gedung perkantoran baru yang diperkirakan selesai berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
 
"Untuk harga sewa ruang perkantoran, baik CBD dan non-CBD, di Jakarta mengalami penurunan dalam rangka menarik tenant untuk menyewa di gedung tersebut," ungkapnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif