Saat ini, 70 persen masyarakat masih memilih fasilitas KPR dalam membeli rumah (Foto:Shutterstock)
Saat ini, 70 persen masyarakat masih memilih fasilitas KPR dalam membeli rumah (Foto:Shutterstock)

Sekarang Waktu yang Tepat Beli Properti

Properti properti
Rizkie Fauzian • 17 April 2019 19:06
Jakarta: Membeli rumah selalu menjadi diskusi yang menarik bagi banyak keluarga. Sebagian masyarakat Indonesia berpendapat lumrah jika orang tua dan keluarga besar ikut andil dalam proses pembelian rumah.
 
Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menyatakan bahwa kepemilikan rumah sangat erat dengan kondisi sosial. Bukan semata-mata faktor penghasilan yang jadi penentu, tapi juga ketersediaan.
 
"Pemerintah secara berkesinambungan memberikan akses lebih besar bagi kepemilikan rumah oleh masyarakat secara umum. Saat ini, 70 persen masyarakat masih memilih KPR," kata Ike Hamdan, melalui keterangan tertulis, Rabu, 17 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong pembelian properti antara lain memberlakuan BI 7 Days Repo Rate, penyempurnaan ketentuan Loan to Value untuk kredit properti melalui berbagai peraturan Bank Indonesia. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya saat ini adalah kondisi termudah untuk membeli rumah.
 
"Selama ini kendala nomor satu untuk membeli rumah adalah down payment (DP). Dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut, DP sekarang menjadi lebih fleksibel sehingga kendala DP seharusnya teratasi. Tingkat suku bunga saat ini tidak lebih tinggi daripada tahun 2015. Oleh karena itu, sekarang adalah saat paling mudah untuk membeli rumah," kata Ike.
 
Kondisi ini juga sesuai dengan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2019, dimana konsumen properti masih optimistis dengan iklim pasar properti nasional.
 
Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 65 persen responden mengaku puas dengan kondisi pasar properti Indonesia.
 
"Kepuasan terhadap iklim properti ini mayoritas didasarkan pada faktor kenaikan harga properti yang stabil serta apresiasi terhadap kenaikan harga properti jangka panjang," jelasnya.
 
Ike menjelaskan bahwa faktor kenaikan harga memang selalu dipandang dari dua sisi. Bagi mereka yang optimistis, mereka melihatnya sebagai peluang investasi masa depan. Sementara mereka yang pesimistis, ragu terhadap kemampuan finansialnya.
 
"Mereka yang belum yakin dengan kemampuan finansial kemungkinan adalah mereka yang masih awam atau kurang informasi. Padahal, saat ini pasar properti sedang berpihak kepada pembeli," tutur Ike.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif