Pasar apartemen masih tertekan. Foto: Shutterstrock
Pasar apartemen masih tertekan. Foto: Shutterstrock

Untung Tipis, Penjualan Apartemen Masih Tertekan

Properti investasi properti properti apartemen bisnis properti
Rizkie Fauzian • 08 Januari 2020 19:39
Jakarta: Pasar apartemen diperkirakan masih mengalami tekanan hingga tahun ini. Bahkan penjualan apartemen sejak 2015 sudah mengalami penurunan.
 
"Orang banyak bilang tunggu pemilu, ternyata pemilu selesai pun sektor apartemen belum bergerak," kata Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto di Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Ferry menjelaskan pemilu tak serta merta mendorong penjualan apartemen. Ada beberapa faktor yang membuat penjualan apartemen belum juga bergerak hingga tahun ini, salah satunya tingkat imbal hasil yang masih rendah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tingkat imbal hasil atau yield masih rendah, terutama menengah ke atas yang beli adalah investor buyer. Tidak memberikan imbal menarik buat para investor, makanya penjualannya tidak baik," jelasnya.
 
Sementara itu, di pasar end user pembelian apartemen terkendala suku bunga yang masih tinggi. Meski Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi lima persen, namun perbankan membutuhkan waktu lima hingga enam bulan untuk menyesuaikan suku bunga.
 
"Kita masih tunggu minat orang membeli apartemen dalam beberapa bulan mendatang. Konsumer sebenarnya butuh diskon lebih besar, tapi untuk apartemen prosedurnya terlalu rumit," ungkapnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif