Program Sejuta Rumah banyak dilirik investor asing. (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Program Sejuta Rumah banyak dilirik investor asing. (Foto: dok. Kementerian PUPR)

Korea hingga Tiongkok Lirik Program Sejuta Rumah

Properti investasi properti sejuta rumah
Rizkie Fauzian • 13 September 2019 18:31
Jakarta: Sejumlah investor asing dari luar negeri mulai tertarik berinvestasi di sektor properti Tanah Air. Adanya Program Sejuta Rumah diharapkan dapat mendorong masuknya investasi untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 
“Sudah banyak investor asing yang datang kepada saya untuk berinvestasi di sektor properti khususnya pembangunan rumah untuk MBR,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam acara FIABCI – Asia Pasific Regional Congress (APREC) 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
Menurut Khalawi, beberapa invetor asing yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi dari Korea, Tiongkok dan sejumlah negara lainnya. Pembangunan rumah bagi MBR dinilai positif oleh investor asing karena kebutuhan hunian memang sangat tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Investor dari Korea, Tiongkok dan sejumlah negara lainnya sangat berminat sekali untuk membangun rumah untuk MBR. Mereka tertarik dengan program pemerintah Indonesia yang mendorong pembangunan rumah untuk masyarakatnya. Sebab di negara lain program seperti itu belum ada,” terangnya.
 
Meskipun demikian, pihaknya berharap adanya investor asing yang mulai melirik bisnis properti jangan dianggap sebagai ancaman bagi pengembang perumahan di dalam negeri.
 
Guna mengundang masuknya investasi di sektor properti, terang Khalawi, pemerintah juga terus berupaya mempermudah perizinan. Adanya PP Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan untuk MBR dinilai akan mampu mendorong capaian Program Satu Juta Rumah di Indonesia.
 
Khalawi menambahkan pemerintah juga tetap optimistis target Program Sejuta Rumah ini bisa mencapai angka 1,25 juta seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. Apalagi saat ini pengembang di Indonesia seperti Realestat Indonesia (REI) juga aktif dalam menggandeng kerjasama dengan pihak luar.
 
“Dalam PP ini kami ingin mendorong pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan untuk perizinan pembangunan rumah MBR. Sebab mereka memiliki otonomi untuk memberikan perizinan,” tandasnya.
Korea hingga Tiongkok Lirik Program Sejuta Rumah
(dok. Kementerian PUPR)
Sementara itu, Presiden Federasi Real Estat Dunia atau The International Real Estate Federation (FIABCI) Mr. Waleed Mousa sangat mendukung berbagai terobosan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk membangun rumah bagi masyarakatnya. Perumahan merupakan sektor yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia karena jumlah populasi yang cukup banyak sehingga membutuhkan hunian yang layak.
 
“Program Satu Juta Rumah di Indonesia ini sangat menarik karena pemerintah ikut turun tangan dalam pembangunan rumah bagi masyarakatnya. Banyak pengembang melihat potensi di sektor perumahan di Indonesia,” jelasnya.
 
Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata menyatakan pihak REI siap mendukung pemerintah dalam pembangunan Program Satu Juta Rumah. Saat ini, kebutuhan rumah yang cukup banyak di Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk para pengembang.
 
“Kami tidak melihat adanya investor asing yang ingin masuk berinvestasi di sektor perumahan bukan menjadi ancaman. Sebab, mau tidak mau mereka harus mempelajari dan membuat perencanaan yang matang dan kami siap berkoordinasi dengan para investor tersebut agar program satu juta rumah bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif