BI Rate Tembus 6%, REI: Lampu Kuning untuk Bisnis Properti

Rizkie Fauzian 15 November 2018 19:53 WIB
suku bungabisnis propertikpr
BI Rate Tembus 6%, REI: Lampu Kuning untuk Bisnis Properti
Kenaikan suku bunga tidak berdampak kepada nasabah KPR bersubsidi. Tetapi dapat memukul pengembang yang merupakan nasabah kredit konstruksi. Antara Foto/Rekotomo
Jakarta: Real Estate Indonesia (REI) menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin ke 6 persen menjadi lampu kuning bagi sektor properti. Padahal, di sisi lain pemerintah mendorong pertumbuhan sektor properti.

"Kita prihatin (dengan kenaikan suku bunga), rupiah yang melemah juga prihatin. Tapi ini sudah masuk lampu kuning, dalam artian jangan naik terus," jelas Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida kepada Medcom.id.


Selama ini memang BI maupun pemerintah telah mendorong sektor properti lebih positif.  Namun dalam kondisi pasar yang masih lemah yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir, yang dibutuhkan pasar dan pelaku usaha adalah bunga acuan ditahan tidak terus naik.

"Selama ini kan BI sudah bantu, pemerintah juga bantu bagaimana sektor properti naik, tapi tolong BI Rate juga ditahan. Angka saat ini final lah, jangan ada kenaikan BI Rate lagi," ungkap dia.

Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan saat ini dianggap sebagai dasar dalam ilmu ekonomi, artinya pemerintah selama ini menaikkan suku bunga untuk menjaga kestabilan rupiah. Keputusan BI menaikkan suku bunga juga karena antisipasi dari kenaikan suku bunga The Fed.

"Tapi jangan selalu pakai ilmu itu, kan masih banyak cara lain. Kalau BI Rate terus-terusan naik, kita bisa krisis. Salah satu alasannya juga karena The Fed, jangan pakai cara itu lagi, kita harus cari yang lain," jelasnya.


Kenaikan BI Rate tersebut tentu akan mempengaruhi sektor properti secara keseluruhan. "Kalau efek ke MBR kan di kredit konstruksi karena kalau mereka kan dapat subsidi KPRnya. Tapi yang lain juga pasti akan terkena efeknya," kata Totok.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id