Bantuan perbaikan rumah terdampak gempa mulai disalurkan
Pengungsian warga korban gempa di perbukitan Kayangan, Lombok Utara. Antara Foto/Zabur Karuru
Pemenang:Proses penyaluran bantuan pemerintah untuk perbaikan rumah terdampak gempa mulai disalurkan. Bantuan senilai Rp 50 juta per Kepala Keluarga yang rumahnya rusak berat ini akan disalurkan dalam beberapa tahap.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas usai peninjauan
lokasi terdampak gempa Lombok Utara, Senin (13/8/2018). Rapat berlangsung di halaman RSUD Tanjung, Lombok Utara, NTB.


"Segera kita serahkan bantuan untuk rumah yang rusak berat. Saya harapkan mulai besok (Selasa 14/8/2018) minimal bisa seribu yang diserahkan. Setelah itu penyerahan bantuan perbaikan rumah lainnya segera dilaksanakan," kata Jokowi.

Bantuan juga diberikan kepada warga yang rumah tempat tinggalnya mengalami kerusakana tingkat menengah. Nilai bantuan untuk perbaikan adalah Rp 25 juta per KK yang juga akan disalurkan secara bertahap.

Namun sebelum bantuan tersebut dicairkan, kepada Kementerian PUPR dan pemda setempat diminta memastikan bahwa data-datanya valid. Data tersebut mencakup ada berapa unit rumah yang rusak berat, menengah dan ringan. Ini untuk akuntabilitas dan memastikan bantuan diterima oleh yang benar-benar berhak.

Perbaikan dan pembangunan kembali rumah terdampak gempa sebaiknya menggunakan kontruksi tahan gempa. Tujuannya adalah meminimalkan jatuhnya korban dan dampak kerusakan yang terjadi jika gempa kembali melanda di kemudian hari.

Kontruksi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang dikembangkan Kementerian PUPR disebutnya sesuai bagi daerah rawan gempa seperti NTB. Warga setempat sekaligus diberikan edukasi mengenai pembangunan rumah tahan gempa.

"Harus kita mulai pembangunan rumah harus dengan konstruksi RISHA. Kementerian PUPR akan mengawal sehingga yang ada betul-betul rumah tahan gempa," tegas Jokowi sebagaimana dilansir dari Antara.


Keadaan ruang kelas SDN 2 Kekait, Lombok Barat, yang rusak besat akibat gempa. Selama perbaikan berlangsung, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dilaksanakan dalam tenda-tenda di pengungsian. Antara Foto/Ahmad Subaidi

Presiden juga mendorong pemulihan segera kegiatan ekonomi daerah terdampak gempa bumi. Fasilitas umum penunjang perekonomian harus diprioritaskan mendapat perbaikan, terutama pasar-pasar yang rusaknya ringan.

Prioritas perbaikan juga untuk fasilitas kesehatan dan pendidikan. Presiden minta perbaikan dapat segera dilaksanakan agar para siswa dapat kembali belajar yang sekaligus upaya memulihkan diri dari trauma.

"Untuk penanganan pengungsi dan korban gempa, saya minta dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air, serta listrik," sambung Jokowi.

Rapat tersebut dihadiri Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BASARNAS Marsekal Madya M Syaugi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei.



 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id