4 pilar Islam dalam Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak merupakan tujuan wisata rohani populer, terutama dalam bulan ramadan. Antara Foto/Aji Styawan
Demak: Masjid Agung Demak merupakan salah satu situs sejarah penting peyebaran Islam di Jawa. Masjid yang didirikan Raden Patah pada sekitar abad ke-15 Masehi ini adalah tempat berkumpul Wali Sanga.

Detail bangunan Masjid Demak sarat simbolisasi ajaran Islam yang dibuat langsung oleh para wali. Empat soko guru masjid setinggi 17 meter contohnya. Tiang di barat laut merupakan karya Sunan Bonang, barat daya karya Sunan Gunung Jati, di bagian tenggara karya Sunan Ampel dan yang di timur laut karya Sunan Kalijaga.


Letaknya mengarah empat penjuru mata angin. Soko guru sebanyak empat pilar ini juga sebagi simbol empat pilar utama dalam Islam.

"Umat Islam harus berpegang kepada empat pilar itu. Al Quran, hadist nabi, ijtima ulama dan qiyas," papar Suwagiyo, pengurus Masjid Agung Demak.



Tiang setinggi 17 meter juga ada maknanya. Yaitu simbol jumlah total rakaat sholat lima waktu yang wajib dilaksanakan setiap hari oleh semua pemeluk agama Islam.

Empat tiang yang saat ini ada bukan yang asli sepenuhnya. Pada renovasi 1984 semua soko guru itu harus diganti lantaran sudah rapuh termakan usia. Penggantian hanya di bagian yang rapuh.

"Soko guru buatan Sunan Ampel, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga dipotong tujuh meter. Sedangkan buatan Sunan Gunung Jati dipotong satu meter," jelas Suwagiyo. .


 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id