Rumah murah bagi masyarakat berpebghasilan rendah. dok. Kementerian PUPR
Rumah murah bagi masyarakat berpebghasilan rendah. dok. Kementerian PUPR

Pembangunan Masif, BTN Fokus Garap Perumahan

Properti investasi properti btn kpr Properti milenial Penyediaan Rumah
Media Indonesia • 05 Februari 2020 10:39
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (BTN) tetap fokus di sektor perumahan di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi yang belum menentu. Sektor ini berdampak positif lanjutan ke perekonomian Indonesia.
 
Direktur Utama BTN Pahala N Mansury menuturkan pihaknya memasang target konservatif pertumbuhan kredit tahun ini di level 10 persen.
 
"Kami masih terus memantau perkembangan ekonomi global dan nasional, serta daya beli masyarakat pada 2020," jelas Pahala dalam BTN Market Outlook 2020 di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Pahala, kondisi perekonomian global tersebut belum mampu mendorong volume perdagangan global. Akibatnya, harga komoditas global belum terakselerasi.
 
Padahal, banyak provinsi di Indonesia yang masih bergantung pada komoditas sebagai tumpuan ekonomi. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran lima persen.
 
Perseroan akan memaksimalkan penggarapan sektor perumahan di berbagai sentra ekonomi daerah di Tanah Air. Namun, tetap memperhatikan perkembangan di daerah itu, terutama yang terdampak penurunan harga komoditas.
 
Pahala menjelaskan fokus perseroan pada sektor perumahan juga dinilai sejalan dengan masifnya pembangunan infrastruktur di seluruh Nusantara.
 
Sektor perumahan pun dipandang masih memiliki ruang gerak yang cukup luas di Indonesia sebab jarak antara kebutuhan rumah baru dan kapasitas bangun para pengembang masih tinggi.
 
Adanya dukungan pemerintah di sektor perumahan subsidi pun akan menjadi angin segar bagi industri ini. Apalagi, ada rencana pengalihan subsidi energi ke perumahan subsidi yang dapat menaikkan jumlah unit terbangun.
 
Skenarionya, dengan tambahan Rp1 triliun-Rp25 triliun akan terbangun 8.000-200 ribu unit untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), juga menambah 20 ribu-260 ribu unit program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PT).
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif