Swasta siap danai pembangunan ibu kota baru. (Foto: Shutterstock)
Swasta siap danai pembangunan ibu kota baru. (Foto: Shutterstock)

Swasta Siap Danai Pembangunan Ibu Kota Baru

Properti pemindahan ibukota
Rizkie Fauzian • 23 Mei 2019 12:19
Jakarta: Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) siap mendukung rencana pemindahan dan pembangunan ibu kota baru di luar Pulau Jawa. REI tercatat telah mengembangkan 34 kota baru di Jabodetabek, dengan luas areal rata-rata sekitar 60 ribu hektare.
 
"Contohnya di BSD, Bintaro, Lippo Karawaci dan sebagainya. Luasnya rata-rata mencapai 60 ribu hektare, dan itu dikembangkan sekitar 20-30 tahun lamanya," kata Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata pada acara buka puasa bersama DPP REI di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Pengembangan kawasan baru sebaiknya banyak melibatkan swasta dan ahli-ahli di bidangnya masing-masing untuk saling bekerja sama. Sinergi dan koordinasi dibutuhkan mengingat pengembangan kawasan butuh waktu yang panjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Swasta khususnya pengembang, tidak masalah bila diminta mendanai pembangunan fasilitas hunian dan komersial di ibu kota baru," ucap Soelaeman.
 
Setidaknya akan ada captive market sebanyak 1,5 juta orang di ibu kota baru tersebut yang membutuhkan rumah, kawasan komersil, hotel, ruang pertemuan, pusat perbelanjaan, sarana hiburan dan rekreasi, serta fasilitas kota lainnya.
 
"Saya yakin pengembang tentu tertarik melihat captive market yang besar. Investasi swasta tidak perlu dari dana pemerintah. Kami bisa pakai equity dan dana bank. Sedangkan, untuk pengembangan beberapa proyek skala besar kami bisa bentuk konsorsium. Pembiayaan enggak ada masalah, karena captive marketnya sudah jelas," kata Soelaeman.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif