Maket proyek apartemen The Burj di Alam Sutera. (Foto: Medcom.id/Nia Deviyana)
Maket proyek apartemen The Burj di Alam Sutera. (Foto: Medcom.id/Nia Deviyana)

Investor Dubai Sasar Properti di Indonesia

Properti investasi properti
Nia Deviyana • 07 September 2019 15:44
Tangerang: Sektor properti diyakini mulai bangkit pascapemilu serentak. Sejumlah investor asing mulai membidik konsumen di Tanah Air, salah satunya pengembang asal Dubai.
 
Salah satu investor asal Dubai, Elegant Group melalui anak usahanya Arkco Land optimistis pasar properti akan cerah hingga akhir 2019.
 
"Harga dan supply properti diperkirakan masih stabil dan permintaan untuk kelas menengah terus meningkat dalam lima tahun ke depan," ujar Sales and Marketing Director Arkco Land Development R Edwin Sulanto di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Sabtu, 7 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edwin menuturkan fokus pengembang saat ini adalah menggaet generasi milenial yang memiliki kecenderungan membeli hunian sebagai investasi.
 
Rata-rata milenial mau berinvestasi di bidang properti asalkan ringan dalam pembayaran, dan tidak membatasi mereka dalam memenuhi kebutuhan lainnya seperti traveling.
 
"Karena itu pengembang atur strategi dengan menyediakan juga hunian dikisaran harga Rp500 jutaan," imbuhnya.
 
Arkco Land Development akan membangun apartemen dua tower yang diberi nama The Burj di kawasan Alam Sutera, Tangerang.Dibangun di atas luas lahan 7.620 meter persegi, apartemen ini memiliki target pasar kaum milenial.
 
"Saat ini, 10 persen dari total 570 unit di tower pertama sudah laku terjual. Beberapa pembelinya adalah orangtua yang memiliki anak milenial serta ekspatriat yang bekerja di kawasan tersebut," jelasnya.
 
Sementara itu, lokasi pembangunan proyek dianggap strategis karena berada di kawasan yang sedang berkembang. Nilai investasi di kawasan tersebut naik 13 hingga 14 persen setiap tahunnya.
 
"Tangerang Selatan (Tangsel) itu kan dekat kemana-mana ya. Disini juga ada universitas, sekolah dan banyak ekspatriat yang bekerja di kawasan ini," tuturnya.
 
Tower pertama diberi nama The Burj Millenia memiliki empat tipe yakni tipe studio seluas 21,5 meter persegi, tipe dua kamar tidur ukuran 43 meter persegi, dua kamar tidur signature seluas 54 meter persegi, dan tipe tiga kamar tidur dengan ukuran 92,5 meter persegi.
 
Target pasarnya kaum milenial sehingga pengambang memberikan skema pembayaran down payment (DP) 10 persen yang bisa dicicil 12 kali, kemudian cicilan 48 kali.
 
"Skema pembayaran itu tentunya sudah kita hitung dari rata-rata penghasilan anak milenial, yang rata-rata baru bekerja beberapa tahun," pungkasnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif