Tahun Ini 765 Ribu Rumah Murah Dibangun
Deretan rumah bersubsidi baru selesai dibangun di Palu, Sulawesi Tengah. Antara Foto/M Hamzah
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa per 1 Desember sudah berhasil dibangun 765.120 unit rumah murah dalam program 1 Juta Rumah. Sebanyak 70 persen di antaranya adalah rumah bagi warga masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.  

Capaian tersebut lebih rendah dibanding tahun lalu yang berhasil membangun 805.169 unit rumah. Namun demikian Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, masih optimis bisa menambah lagi jumlahnya sebelum 2018.
 
"Tahun ini sebanyak 619.868 unit merupakan rumah MBR dan 145.252 unit untuk non-MBR, sehingga totalnya 765.120 unit, " kata Khalawi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/12/2017).


Target dari program 1 Juta Rumah adalah 20 persen rumah yang dibangun Kementerian PUPR berupa rusunawa setiap  tahunnya adalah rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU). Sebanyak 30 persen lagi dibangun pengembang perumahan bersubsidi dengan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka.

Sejak dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 2015 target tersebut tidak bisa sepenuhnya dicapai. Keterbatasan APBN dan ketersediaan lahan serta ijin untuk penggunaannya merupakan faktor penyebab utama.

Khalawi berharap ketersediaan lahan dapat dipecahkan dengan adanya konsep bank tanah kelak. Terlebih sudah ada PP 64/2016 yang memberi kemudahan dan kecepatan perizinan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah

"Pemerintah juga mendorong pengembangan kota mandiri menyediakan lahan pemukiman yang besar dengan memperhatikan konsep hunian berimbang," sambung Khalawi.

 



(LHE)