Segmen residensial menyumbang  prapenjualan BSDE tertinggi. Foto: Sinarmas Land
Segmen residensial menyumbang prapenjualan BSDE tertinggi. Foto: Sinarmas Land

BSDE Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026

Rizkie Fauzian • 26 Februari 2026 13:47
Ringkasnya gini..
  • BSDE menargetkan prapenjualan Rp10 triliun pada 2026, dengan segmen residensial sebagai kontributor utama sebesar 50 persen.
  • BSD City diproyeksikan tetap menjadi penyumbang terbesar, dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap total target.
  • Prospek properti 2026 dinilai kondusif berkat insentif fiskal, stabilitas suku bunga, dan program pemasaran Royal Key.
Jakarta: PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10 triliun pada tahun buku 2026. Target tersebut relatif sama dengan capaian 2025, mencerminkan strategi pertumbuhan yang terukur di tengah dinamika industri properti.
 
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, penetapan target dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan prospek industri properti tahun depan serta kinerja perseroan sepanjang 2025. Menurutnya, fundamental permintaan, khususnya di proyek township dan kawasan penyangga Jakarta, masih terjaga.
 
“Kami melihat 2026 tetap prospektif. Target kami tidak bombastis karena fokus pada konsistensi pencapaian. Sepanjang ini kami selalu berupaya memenuhi target yang telah ditetapkan,” ujarnya dalam Sinar Mas Land Property Outlook 2026 bertajuk “Clear Signals, Confident Property Decisions for Younger Generations”, Rabu, 25 Februari 2026.

Residensial jadi motor utama

Dari total target Rp10 triliun, segmen residensial diproyeksikan menyumbang Rp5 triliun atau 50 persen. Kawasan BSD City tetap menjadi kontributor terbesar.

BSD City ditargetkan menyumbang Rp1,6 triliun. Sementara proyek lain seperti Nava Park dan Grand Wisata masing-masing diproyeksikan berkontribusi Rp1 triliun dan Rp700 miliar terhadap target residensial.
 
Manajemen menilai segmen residensial masih menjadi penopang utama karena kebutuhan end user relatif stabil. Meski 2025 sempat diwarnai tantangan dan dinamika pasar sejak kuartal II, permintaan dari pembeli yang memang membutuhkan hunian tetap berjalan.
 
“Bagi end user, keputusan membeli rumah lebih banyak ditentukan oleh kemampuan mencicil dan rasa aman terhadap pekerjaan mereka. Selama itu terjaga, minat beli tetap ada,” jelasnya.
 
Perseroan juga menargetkan adanya peningkatan kontribusi residensial dibandingkan tahun sebelumnya, seiring rencana peluncuran produk baru dan optimalisasi proyek berjalan.

Segmen komersial dan JV Land

Segmen komersial ditargetkan menyumbang Rp3,5 triliun atau 35 persen dari total prapenjualan 2026. Kawasan komersial di BSD City diproyeksikan berkontribusi Rp1,8 triliun.
 
Selain itu, portofolio komersial di township lain di luar BSD City serta Apartemen Southgate masing-masing diperkirakan menyumbang Rp950 miliar dan Rp200 miliar.
 
Adapun segmen lain-lain, termasuk kontribusi joint venture (JV) land dan proyek kolaborasi strategis, ditargetkan sebesar Rp1,5 triliun atau 15 persen dari total target.
 
Secara keseluruhan, proyek-proyek di BSD City diproyeksikan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap total target prapenjualan 2026, baik dari produk yang sedang dipasarkan maupun peluncuran baru.

Prospek 2026 dinilai kondusif

Manajemen memandang prospek sektor properti 2026 masih cukup kondusif, didukung kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif. Perpanjangan insentif PPNDTP 100 persen untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar, serta kebijakan stabilitas suku bunga dan relaksasi rasio LTV hingga 100 persen dinilai membantu menjaga daya beli.
 
Selain itu, perseroan meluncurkan program pemasaran nasional “Royal Key” yang menawarkan sejumlah insentif seperti potongan harga, subsidi uang muka, hingga kemudahan pembiayaan melalui kolaborasi dengan 22 bank.
 
Dengan strategi tersebut, BSDE optimistis kinerja 2026 dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meski target tetap dipatok pada level yang sama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA