Pembangunan rumah bagi masyarakat tetap berlanjut di masa pandemi. Foto: Kementerian PUPR
Pembangunan rumah bagi masyarakat tetap berlanjut di masa pandemi. Foto: Kementerian PUPR

Kebutuhan Tinggi, Program Sejuta Rumah Berlanjut di Masa Pandemi

Properti Perumahan sejuta rumah Program Sejuta Rumah Penyediaan Rumah Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 26 Juli 2021 17:48
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Melalui program Sejuta Rumah, pemerintah memastikan pembangunan tetap berlangsung meski pandemi.
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan rumah di lapangan dengan mengacu pada protokol kesehatan (Prokes) serta melihat kebijakan pembatasan kegiatan yang ada di tiap daerah.
 
"Berdasarkan arahan Menteri PUPR di masa pandemi ini kami akan tetap melaksanakan pembangunan rumah dengan mematuhi batasan protokol kesehatan di lapangan," ujarnya saat membuka Diskusi 5 Pilar yang mengangkat tema "Peluang Pengembangan Kebijakan Penyediaan Tanah Bagi Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui daring di Jakarta, Senin, 26 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Rumah Umum dan Komersial (RUK) Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR sebagai rangkaian dari Peringatan Hari Perumahan Nasional (Haperas) Tahun 2021. 
 
Khalawi menjelaskan, pihaknya melihat kebutuhan rumah layak huni sangat dibutuhkan oleh masyarakat di masa pandemi ini. Namun, pihaknya tetap mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan serta mengurangi jumlah pekerja di lapangan.
 
"Pembangunan infrastruktur dan perumahan yang menggunakan dana APBN tetap berjalan karena hasil pembangunannya benar-benar ditunggu masyarakat. Misalnya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang mentargetkan meningkatkan kualitas rumah masyarakat agar lebih layak huni," jelasnya.
 
Menurutnya, Kementerian PUPR juga memberikan stimulan perumahan agar masyarakat tetap mampu mewujudkan rumah impiannya dan tentunya memiliki struktur bangunan yang kuat dan lingkungan yang sehat. Pembangunan rumah secara tidak langsung juga ikut menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.
 
Adanya gelombang kedua covid-19, tentunya juga berdampak pada pembangunan perumahan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan sektor swasta. Namun pihaknya tetap mendorong kolaborasi, inovasi dan kerjasama antar stakeholder perumahan agar properti tetap menunjang perekonomian negara agar tetap terjaga.
 
Terkait dengan inovasi yang dilaksanakan di masa pandemi, pihaknya juga tetap melakukan sosialisasi kegiatan yang dilakukan secara secara daring atau virtual. Jumlah petugas yang turun ke lapangan untuk mendampingi masyarakat juga tetap dibatasi agar tidak terpapar.
 
"Kami juga berharap pemerintah daerah bisa tetap mendukung program Sejuta Rumah. Sebab program tersebut juga membantu pemerintah daerah dalam mengurangi jumlah RTLH di daerah," katanya.
 
Untuk melakukan pengawasan dan pembangunan perumahan di daerah, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR telah membentuk Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) di sejumlah provinsi di Indonesia. Balai P2P diharapkan bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sekaligus melakukan pendataan perumahan di daerah.
 
"Kami juga akan melakukan jemput bola ke Pemda untuk melaksanakan pendataan perumahan. Di masa pandemi ini jumlah pembangunan rumah memang agak terhambat namun kami optimis jumlahnya akan meningkat hingga akhir tahun," ungkapnya
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif