Alternatif pembiayaan rumah subsidi. dok. Kementerian PUPR
Alternatif pembiayaan rumah subsidi. dok. Kementerian PUPR

BTN Tawarkan Alternatif KPR Rumah Subsidi

Properti investasi properti btn Properti milenial Penyediaan Rumah
Antara • 24 Januari 2020 19:47
Solo:Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan alternatif Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah bersubsidi kepada para pengembang. Salah satunya melalui KPR masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 
"Kalau siap main di KPR subsidi ada batasan subsidi. Oleh karena itu, BTN ada alternatif pengganti yaitu KPR MBR, itu untuk khusus yang punya kredit konstruksi di BTN," kata Kepala Cabang BTN Surakarta Deddy Armanto di Solo, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Menurutnya, untuk bunga KPR MBR saat ini sebesar 9 persen per tahun atau sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga KPR rumah bersubsidi dari pemerintah, yaitu 5,5 persen per tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meski demikian, untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, kami bekerja sama dengan pengembang. Dalam hal ini pengembang memberikan subsidi bunga sebesar 2 persen kepada konsumen," jelasnya.
 
Dengan demikian, konsumen cukup dibebani dengan bunga angsuran sebesar 7 persen persen tahun.
 
"Kalau dianggap memberatkan para pengembang saya rasa tidak karena subsidi dari pengembang ini kan membantu masyarakat dari sisi suku bunga. Kalau (pengembang) rugi sebetulnya tidak, cuma keuntungannya menjadi tidak sempurna," ungkapnya.
 
Jika dihitung, bunga kredit yang disubsidi oleh pengembang setiap tahunnya di kisaran Rp4,4 juta per tahun. Selain itu, ada juga akternatif lainnya yakni KPR Gaeess.
 
"Segmentasinya untuk masyarakat usia 21-40 tahun. Jadi tenornya bisa sampai 25 tahun. Produk ini bebas untuk umum, yaitu generasi milenial yang belum memiliki rumah pribadi," ujar Deddy.
 
Sementara itu, pihaknya berharap dua produk tersebut bisa sebagai alternatif dari KPR rumah bersubsidi program pemerintah seperti KPR FLPP yang pada tahun lalu penyalurannya sempat terhenti akibat habisnya kuota.
 
"Bahkan perkiraan kami kuota sekarang kemungkinan akan habis di bulan Maret mengingat banyak stok (lahan) di 2019 yang belum akad. Itu yang kami sampaikan ke para pengembang," katanya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif