Pengembang Meikarta lolos dari gugatan
Dua tower di CBD Meikarta, Cikarang, Jawa Barat, yang sedang dalam tahap pembangunan. Seluruh unit dari dua tower ini diklaim sudah habis terjual. file/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Pengembang proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) memenangkan gugatan dari dua vendor iklan di Pengadilan Niaga (PN). Berdasar putusan tersebut, maka MSU lolos dari gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Penggugat adalah PT Relys Trans Logistic (RTL) dan PT Imperia Cipta Kreasi (ICK). Dua vendor iklan ini melayangkan gugatan pada 24 Mei 2018 ke PN Jakpus dengan alasan belum mendapat pembayaran dari tergugat atas jasa yang telah diberikan.


Pengadilan Niaga mengungkap beberapa fakta dalam sidang putusan, Kamis (5/7/2018). Di antaranya tagihan yang dibuat oleh kedua vendor adalah fiktif.

"Kami menjamin vendor yang memiliki dokumen lengkap dan sah tak perlu khawatir, hak-haknya pasti terjamin," tegas Direktur Utama MSU, Reza Chatab dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Sekaligus MSU menjamin konsumen Meikarta akan mendapat sejumlah hak. "Tidak perlu takut, hak-haknya pasti terjamin, serah terima unit direncanakan sesuai jadwal. Pembangunan proyek Meikarta bergerak cepat dan sangat aktif," tegasnya.

PT MSU telah melaporkan PT RTL dan PT ICK ke Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi pada awal Mei 2018. Laporan tersebut terkait adanya dugaan  penipuan dan penggelapan oleh vendor terkait dokumen-dokumen yang dipaksakan menjadi tagihan-tagihan palsu kepada PT MSU.

Di dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian menemukan berbagai kejanggalan dari tagihan-tagihan dan dokumen-dokumen milik PT RTL, PT ICK dan PT KPI, bahkan sebelum dua vendor dan satu kreditur ini mengajukan Permohonan PKPU.

PT KPI merupakan event organizer yang diduga didirikan PT RTL untuk mendapat kontrak promosi dari Meikarta.  PT RTL dan PT ICK merupakan perusahaan event organizer pada proyek Meikarta.

Meikarta merupakan megaproyek superblok di Cikarang, Jawa Barat, yang digarap Lippo Group sejak Januari 2016. Bersama investor dari Jepang, Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Qatar akan dibangun 100 tower setinggi 35 hingga hingga 46 lantai.



 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id