Peluang Properti dalam Tahun Politik

Gervin Nathaniel Purba 16 Desember 2017 12:56 WIB
bisnis properti
Peluang Properti dalam Tahun Politik
Rumah untuk kalangan menengah ke bawah tetap prospektif sebab peminatnya sangat banyak. Antara Foto/Raisan Al Farisi
Jakarta:Pilkada serentak di seratusan daerah hingga 'pemanasan' jelang Pemilu dan Pilpres 2019 membuat  2018 yang dijuluki tahun politik. Situasi dan aksi politik pihak-pihak terlibat, sangat bisa berdampak terhadap kondisi keamanan dan sosial masyarakat, tidak terkecuali iklim usaha.

Namun di dalam situasi penuh dinamika demikian, justru ada peluang besar yang menanti investor. "Tahun politik bukan tahun yang menyeramkan," kata Waketum REI Mualim Wijoyo.


Kepada medcom yang menemuinya di Apartemen Green Pramuka City, Jakarta, Mualim mencontohkan Thailand. Negara sesama anggota ASEAN tersebut tidak kurang-kurang diguncang prahara politik beruntun, namun karena pelaku usaha tetap tenang maka kondisi ekonomi Thailand tetap berjalan relatif stabil.

"Yang berpolitik, ya silahkan berpolitik. Tetapi pedagang, yang tetap berdagang. Urusannya harus dipisahkan. Jadi tidak semuanya gaduh," sambung pria yang dalam kepengurusan REI membidangi pengelolaan apartemen dan rumah susun ini.

Khusus sektor properti, menurutnya akan sama dengan sektor pangan. Tidak menjadi masalah bagaimana kondisinya, tetap saja hunian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan karenanya selalu dibutuhkan.

"Masyarakat sudah semakin dewasa dalam berdemokrasi. Kita juga banyak belajar dari peristiwa '98 dulu," imbuh Mualim.
 



(LHE)