The Muraka Maldives, Hotel Pertama di Bawah Samudra Hindia

Rizkie Fauzian 29 November 2018 13:13 WIB
hotelpasifik
The Muraka Maldives, Hotel Pertama di Bawah Samudra Hindia
Kamar tidur dengan 'dinding' dan 'langit-langit' layaknyak SeaWorld menjadi sensasi utamanya. architecturaldigest/conradmaldives/Justin Nicholas
Maldives:Keindahan pemandangan bawah laut Maldives sudah mendunia. Selain indah dipandang, ikan-ikan yang berenang kini bisa dijadikan sebagai 'teman tidur' bahkan 'teman mandi bersama' yang tentunya juga di bawah laut.   

Sensasi itu akan terwujud setelah hotel bawah laut pertama dunia selesai dibangun di Maldives. Lokasinya sekitar 20 meter di bawah di permukaan Samudera Hindia. Hotel milik The Conrad Maldives Rangli Island itu bernama The Muraka.


Muraka dalam bahasa Dhihvehi -bahasa asli Maldives- memiliki arti karang.  Dindingnya dari baja, beton, akrilik tebal yang dirancang dengan mempertimbangkan gaya tekan air. Ahli biologi dilibatkan meminimalkan dampak pembangunan hotel terhadap ekosistem karang.

baca juga:Mungkin di Sini Deni Manusia Ikan akan Tinggal

Seluruh kamarnya dibuat di Singapura, namun akriliknya dibuat produsen akuarium di Jepang, Nippura Co. Seperti dikutip dari architecturaldigest 'kamar' seberat 600 ton tersebut dibawa kapal khusus ke dasar laut tanpa merusak terumbu karang.

Kamar tersebut diperkuat dengan 10 tumpukan beton, hal tersebut memastikan agar tidak bergeser ataupun terseret arus laut. Dirancang oleh arsitek Jepang, Yuji Yamazaki, hotel bawah laut tersebut memiliki dua tingkat dengan pemandangan menakjubkan.


Pemandangan teras yang dilengkapi kolam renang air tawar. architecturaldigest/conradmaldives/Justin Nicholas

Kamar di bawah laut nantinya akan terhubung dengan tangga spiral ke bagian atas. Pada bagian atas terdapat balkon untuk bersantai yang menghadap ke arah matahari dengan ukuran 550 meter persegi.

Sementara kamar tidur dan kamar mandi yang seluas 102 meter persegi memiliki pemandangan bawah laut. Proyek ini menjadi proyek kedua Conrad Hotels & Resorts setelah restoran bawah laut Ithaa, yang diluncurkan di resor yang sama.

Hotel ini juga dirancang dengan gaya yang mirip dengan Ithaa. Desain kubah akrilik melengkung memantulkan pemandangan 180 derajat dari kehidupan laut di sekitar bangunan.



Fasilitas yang ditawarkan juga lengkap, seperti gym, kolam renang, butler, bak mandi yang menghadap ke laut dan yang terpenting adalah kamar tidur dengan pemandangan bawah laut. Tarif menginap pun menyesuaikan kemewahan pemandangannya yang tidak biasa, yaitu USD 50 ribu per malam.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id