Kampus Kementerian PUPR dengan sertifikat bangunan hijau dari Green Building Council Indonesia (GBCI). (Foto: Dok: Kementerian PUPR)
Kampus Kementerian PUPR dengan sertifikat bangunan hijau dari Green Building Council Indonesia (GBCI). (Foto: Dok: Kementerian PUPR)

Menengok Konsep Kampus Hijau yang Dibangun Kementerian PUPR

Properti green building
Rizkie Fauzian • 19 Februari 2019 21:50
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan Kampus PUPR sebagai percontohan Greenship Neighborhood yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). 
 
Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap, yaitu pembangunan Gedung Utama Kementerian PUPR yang telah mendapatkan sertifikasi bangunan hijau dari GBCI. 
 
Pengembangan kawasan Kampus PUPR yang berada di Jalan Pattimura 20, Jakarta Selatan, itu ditargetkan mampu mencapai kategori Greenship Neighborhood dengan standar tertinggi, Platinum. Pada 2017-2018, dilakukan pembangunan pengendali banjir, gedung parkir, dan tampungan air bawah tanah (ground water tank). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Manfaat dari konsep ini yaitu ramah lingkungan dan hemat energi, juga mendukung  kenyamanan dalam bekerja sehingga menstimulasi kreativitas bagi ASN Kementerian PUPR. Kehadiran ruang terbuka hijau (RTH) bisa dimanfaatkan sebagai tempat istirahat di luar ruang, akses penghubung antar bangunan, dan  suasana hijaunya dapat dinikmati dari dalam ruang kerja. 
 
Menengok Konsep Kampus Hijau yang Dibangun Kementerian PUPR
(Foto: Dok: Kementerian PUPR)
 
"Dengan kawasan kerja yang nyaman akan mendukung kualitas kerja. Apa yang sudah dibangun harus dipelihara dan dijaga kebersihannya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 Februari 2019.
 
Dalam pengembangan kawasan Kampus PUPR juga menargetkan zero run off dengan melakukan rain water harvesting, recycling, dan reuse. Air hujan turun di area resapan kemudian dialirkan masuk dalam drainase kawasan.
 
Menengok Konsep Kampus Hijau yang Dibangun Kementerian PUPR
(Foto: Dok: Kementerian PUPR)
 
Pada saat terjadi curah hujan tinggi, kelebihan aliran air disalurkan ke dua tampungan air bawah tanah dengan kapasitas total 1.200 m3 yang kemudian didaur ulang sebagai air untuk menyiram tanaman, flushing urinoir dan air cooling tower.
 
Sementara untuk gedung parkir motor dibangun setinggi lima lantai dengan kapasitas sekitar 1.250 motor. Sebelum ada gedung parkir, parkir motor mengambil area yang cukup luas dan tidak tertata rapi. 
 
Menengok Konsep Kampus Hijau yang Dibangun Kementerian PUPR
(Foto: Dok: Kementerian PUPR)
 
Pada atap gedung dipasang panel surya dilengkapi teknologi PVROOF hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman, Balitbang Kementerian PUPR sehingga dapat mengurangi penggunaan daya listrik PLN bagi operasional gedung parkir yang dilengkapi lift tersebut. 
 
Dengan pemakaian PVROOF maka biaya pemakaian listrik gedung parkir bisa dihemat 50 persen.  Komitmen ramah lingkungan juga ditunjukan dengan pembangunan jalan kawasan menggunakan aspal plastik.
 
Selain itu juga dilengkapi jalur pejalan kaki dilengkapi guiding blok untuk difabel, sculpture, taman sanita, taman abipraya, jalur sepeda, prototipe rumah adat papua yaitu rumah honai, area batu refleksi 1 x 3 meter, dan drinking water fountain. 
 
Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero), Konsultan Perencana PT Arkonin dan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Ciriajasa Cipta Mandiri.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif