Bobobox turut terdampak pandemi korona. Foto: Antara
Bobobox turut terdampak pandemi korona. Foto: Antara

Bisnis Hotel Kapsul Terdampak Pandemi

Properti investasi properti hotel bisnis properti
Antara • 22 Mei 2020 10:14
Jakarta: Perusahaan rintisan Bobobox turut terdampak pandemi korona (covid-19). Hotel kapsul tersebut mengalami penurunan tingkat keterisian pod (ruang kapsul) hingga 60 persen.
 
"Kita berhasil beradaptasi dengan situasi pandemi yang terjadi merujuk pada tingkat keterisian pod yang hanya turun 50-60 persen pada Maret lalu sementara bisnis serupa banyak yang harus tutup," kata Pendiri & CEO Bobobox Indra Gunawan dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Co-founder dan President Bobobox Antonius Bong mengatakan pandemi juga membuka peluang bagi perusahaan. Pasalnya, sejumlah orang memilih akomodasi kamar kapsul untuk meningkatkan pengalaman kerja-dari-rumah (work from home) mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beberapa orang memilih menginap dengan jarak terdekat ke tempat kerja mereka untuk menghindari perjalanan panjang ke tempat kerja, serta membatasi paparan mereka pada fasilitas publik yang penuh sesak," kata Antonius.
 
Ia menambahkan pihaknya juga telah memasang lebih dari 100 kapsul di rumah sakit sebagai tempat berlindung yang nyaman bagi dokter dan petugas kesehatan sehingga mereka dapat beristirahat lebih baik sambil tetap dekat dengan pasien mereka.
 
Fitur kamar kapsul tanpa kontak dan fasilitas yang sepenuhnya terdesinfeksi dinilai menjadi kekuatan perusahaan dalam pengembangan bisnis. Fitur tersebut pun dinilai akan menjadi tren baru setelah covid-19.
 
"Untuk sementara, kami akan fokus pada fitur dan protokol baru untuk mengatasi situasi covid-19, seperti proses check-in/check-out tanpa kontak serta standar kebersihan yang ketat," tambahnya.
 
Bobobox baru saja meraih pendanaan Seri A sebesar USD11,5 juta atau Rp170 miliar (kurs Rp14.865) yang dipimpin oleh Horizons Ventures dan Alpha JWC Ventures.
 
Dengan pendanaan tersebut, Bobobox berencana untuk meningkatkan fitur dan pengalaman keseluruhan pod (ruang kapsul) dengan mengembangkan tim teknologi dan memperkuat model manufaktur dan operasinya serta menembus pasar baru di Asia Tenggara setelah pandemi covid-19.
 
"Terlepas dari turbulensi akibat pandemi ini, kami bersyukur masih dapat mengunci investasi dari investor global. Disiplin kami untuk mempertahankan unit ekonomi yang kuat di semua cabang adalah hal yang menjadikan ini peluang investasi yang menarik," ungkapnya.
 
Managing Partner di Alpha JWC Ventures Chandra Tjan mengatakan pihaknya yakin Bobobox bisa mengatasi badai covid-19 dengan dukungan fundamental dan model bisnis yang kuat.
 
"Dengan kinerja mantap yang telah kami lihat sejak kami pertama kali berinvestasi di Bobobox pada 2018, kami yakin Bobobox tidak hanya dapat mengatasi badai ini, tetapi juga berusaha untuk menjadi pemimpin industri di kawasan itu. Kami sangat senang untuk melanjutkan kemitraan ini," katanya.
 
Sejak pengumuman pendanaan terakhirnya tahun lalu, Bobobox telah menambah enam lokasi baru di tiga kota yakni Bandung, Jakarta, dan Semarang. Perusahaan saat ini mengoperasikan delapan bangunan dengan total lebih dari 500 pod, dan tingkat hunian rata-rata 80-90 persen sebelum covid-19. Startup itu juga memiliki empat lokasi baru di tiga kota yang siap diluncurkan sesuai dengan kondisi covid-19.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif