Permintaan ruang perkantoran di tengah kebijakan kerja dari rumah. Foto: Shutterstock
Permintaan ruang perkantoran di tengah kebijakan kerja dari rumah. Foto: Shutterstock

Permintaan Ruang Perkantoran Tetap Ada

Properti investasi properti ritel perkantoran bisnis properti
Rizkie Fauzian • 27 Mei 2020 09:53
Jakarta: Imbauan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama masa pandemi korona (covid-19) dianggap berhasil secara global. Lantas bagaimana nasib ruang perkantoran di masa mendatang?
 
CEO JLL Asia Pasifik Anthony Couse mengatakan meski WFH dianggap berhasil, namun permintaan ruang perkantoran dinilai masih tetap ada. Pandemi ini telah mengubah persepsi tentang efektivitas kerja jarak jauh, tetapi belum menghadirkan solusi jangka panjang yang optimal bagi semua perusahaan.
 
"Di Asia Pasifik, kaum milenial kesulitan menerapkan WFH dengan ukuran apartemen yang lebih kecil, tinggal di ruang bersama, masalah internet atau mengerjakan tugas rumah sembari bekerja," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski kerja dari rumah dinilai lebih fleksibel dan seimbang bagi hidup karyawan. Namun, ruang perkantoran memainkan peran sentral dalam menciptakan ruang untuk berkolaborasi, berinteraksi, dan berkumpul serta meningkatkan produktivitas karyawan.
 
"Berbagai perusahaan kini berada di kondisi yang bergerak semakin cepat di mana inovasi adalah kunci untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dan kinerja perusahaan," ungkapnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif