Target pembangunan 1,25 juta unit rumah pada 2019. (dok: Kementerian PUPR)
Target pembangunan 1,25 juta unit rumah pada 2019. (dok: Kementerian PUPR)

626.330 Unit Rumah Telah Dibangun pada 2019

Properti sejuta rumah
Rizkie Fauzian • 12 Juli 2019 18:02
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan sejumlah stategi khusus untuk mendorong capaian Program Sejuta Rumah. Hal tersebut guna mencapai target pembangunan 1,25 juta unit rumah pada 2019.
 
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, per Juli 2019, tercatat sudah dibangin 626.330 unit rumah. Pihaknya terus menggandeng semua pemangku kepentingan untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah.
 
"Setidaknya ada 15 strategi yang akan dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan perumahan untuk masyarakat. Salah satunya menarik uang muka untuk pekerjaan yang telah terkontrak," katanya, dikutip laman resmi Kementerian PUPR, Jumat, 12 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Strategi lainnya ialah mendorong kinerja petugas pemantauan untuk menjamin pemutakhiran data capaian fisik dan keuangan dalam melakukan mekanisme e-monitoring, meningkatkan kemampuan administratif khususnya dalam mengantisipasi audit, dan menindaklanjuti penuntasan hasil audit.
 
Guna mendorong terlaksananya pembangunan rumah untuk masyarakat, pihaknya telah menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Dengan demikian, pembangunan perumahan dapat berjalan dengan akuntabel dan benar-benar tepat sasaran.
 
"Kami juga memiliki Satgas Pemantauan dan Pengendalian Program Satu Juta Rumah (P2PSR) dan SNVT Penyediaan Perumahan yang ada di setiap Provinsi di Indonesia untuk membantu dalam pendataan program satu juta rumah," katanya
 
Berdasarkan data yang ada di Ditjen Penyediaan Perumahan, capaian pembangunan Rusun pada 2018 lalu untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 28 tower, Rusunawa untuk PTN dan PTS 68 tower, dan LPKB 123 tower.
 
Sedangkan, pembangunan Rumah Khusus pada 2018, untuk nelayan sebanyak 1.614 unit, Polri 490 unit, ASN/TNI 271 unit, MBR/Program Pemerintah dan Suku Terasing 1.215 unit, serta rumah khusus untuk korban bencana, konflik dan relokasi sebanyak 186 unit.
 
Terkait dengan kepenghunian rumah susun yang dibangun selama tahun 2005 sampai 2017, sebanyak 1.358 tower telah terhuni dan sisanya 58 tower masih dalam proses penghunian. Sedangkan pada tahun 2018, sebanyak 219 tower telah terhuni dan sisanya 81 tower masih dalam proses penghunian.
 
Untuk rumah khusus yang dibangun pemerintah, sebanyak 23.517 unit rumah khusus telah terhuni sedangkan sisanya 2.495 unit sedang dalam proses penghunian. Pada tahun 2018, sebanyak 3.776 unit rumah khusus telah terhuni dan 751 unit rumah khusus sedang dalam proses penghunian.
 
Khalawi menjelaskan, berdasarkan data Direktorat Jenderal penyediaan Perumahan hingga tanggal 8 Juli 2019 kemarin, progress pembangunan fisik program perumahan baru mencapai 24,8 persen. Sedangkan progres keuangan mencapai angka 33,56 persen.
 
"Adanya gap antara progres fisik dan keuangan, maka perlu dilakukan percepatan pelaksanaan fisik dan pengawasan di lapangan. Kami targetkan progrnosisi capaian keuangan sebesar 95,6 persen dan fisik sebesar 100 persen, tanpa mengesampingkan kualitas atau output pekerjaan," ujarnya.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif