Perusahaan properti di Asia Pasifik yakin bangkit. Foto: Shutterstock
Perusahaan properti di Asia Pasifik yakin bangkit. Foto: Shutterstock

Perusahaan Real Estate di Asia Optimistis Bisnis Pulih

Properti investasi properti perumahan bisnis properti rumah tapak
Rizkie Fauzian • 10 September 2020 18:51
Jakarta: Pemimpin Corporate Real Estate (CRE) di Asia Pasifik optimistis rencana pemulihan bisnis mereka di tengah pandemi covid-19.
 
Setidaknya sembilan dari sepuluh koresponden percaya bahwa upaya-upaya untuk mengurangi dampak covid-19 akan berhasil dan yakin pada kemampuan sumber daya mereka dalam mengatasi krisis saat ini. Mayoritas dari berharap angka aset properti yang dipertahankan akan tetap sama atau bahkan bertambah.
 
Menurut konsultam properti Jones Lang LaSalle (JLL) para pemimpin CRE percaya diri dalam menata ulang kantor baru yang modern dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, serta memanfaatkan teknologi dalam rencana investasi mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hampir 80 persen pemimpin CRE memiliki mitra layanan perusahaan properti yang tepat untuk memberi masukan mengenai langkah yang harus dilakukan di masa mendatang.
Sementara 70 persen yakin akan kemampuan pemerintah mengatasi risiko di masa yang akan datang.
 
Para pemimpin CRE ini memperlihatkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap efektivitas perencanaan kelangsungan bisnis mereka dan 88 persen menilai rencana mereka berjalan efektif.
 
"Saat sektor korporasi bersiap untuk normalisasi di tengah pandemi, kepercayaan diri yang tinggi dari para pemimpin CRE menunjukkan peluang besar seraya kita mendefinisikan ulang perkantoran di masa depan," kata CEO JLL Asia Pasifik Anthony Couse dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2020.
 
Menurutnya, hak ini memperjelas harus mempertimbangkan realitas baru serta evolusi kantor sebagai tempat bekerja. Dirinys yakin para pemimpin CRE akan mulai mempertimbangkan hal ini dalam pengambilan keputusan.
 
Sementara itu, Head of Research JLL Indonesia James Taylor menambahkan kantor akan tetap ada meskipun kondisi pandemi telah mempercepat perubahan yang ada pada perkantoran.
 
"Kami cenderung melihat fokus yang lebih besar pada kesehatan dan kesejahteraan, dan akan lebih banyak investasi dalam teknologi, bersamaan dengan bertambahnya ruang kolaboratif serta lingkungan kerja yang fleksibel pada perkantoran di Jakarta," ungkapnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif