Rumah tapak masih dominasi penjualan Lippo Karawaci . Foto: Shutterstock
Rumah tapak masih dominasi penjualan Lippo Karawaci . Foto: Shutterstock

Prapenjualan Lippo Karawaci Diprediksi Capai Rp4,2 Triliun

Properti Apartemen lippo karawaci Bisnis Properti rumah tapak Penjualan rumah
Rizkie Fauzian • 21 Oktober 2021 10:56
Jakarta: Rumah tapak merupakan salah satu bisnis properti yang bertahan di tengah pandemi covid-19. Bahkan tren ini akan berlanjut hingga tahun depan. 
 
"Pengembang masih cukup aktif meluncurkan proyek baru karena masih banyak permintaan, selain itu didukung insentif pemerintah," kata Head of Research JLL Yunus Karim.
 
Salah satu pengembang properti Lippo Karawaci  menangkap peluang tersebut. Di masa pandemi LPKR mencatatkan pendapatan prapenjualan (marketing sales) senilai Rp3,9 triliun per September 2021 atau naik 71 persen YoY (year on year).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kontributor utama penjualan pada kuartal III/2021 adalah peluncuran hunian Cendana Parc Tahap II," kata Analis Citigroup Securities Indonesia Felicia Asrinanda Barus dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Menurut Felicia, tingginya penjualan ini ditopang oleh produk hunian di kawasan kota mandiri yang sudah mapan dan opsi pembiayaan cicilan hingga 48 bulan. 
 
"Lippo juga masih akan melakukan dua peluncuran proyek pada kuartal IV-2021, yakni klaster premium dengan harga di atas Rp2 miliar per unit dan ruko," jelasnya.
 
Dengan proyeksi tingginya penjualan properti hingga akhir tahun 2021, Felicia pun memprediksi Lippo mampu melampaui target prapenjualan Rp4,2 triliun. 
 
Sementara itu, CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan prapenjualan sebesar Rp4,2 triliun pada 2021, atau naik 20 persen dari target yang telah ditetapkan di awal tahun sebesar Rp3,5 triliun. 
 
Pada kuartal III-2021, pra-penjualan mencapai Rp1,56 triliun, naik 27 persen YoY dari Rp1,24 triliun pada kuartal III-2020. Oleh karena itu, dalam sembilan bulan pertama telah mencatatkan pra-penjualan senilai Rp3,9 triliun. 
 
"Sekitar 59 persen peningkatan penjualan pada Kuartal III-2021 berasal dari produk rumah tapak dengan harga terjangkau dan pertumbuhan permintaan di San Diego Hills," jelasnya.
 
John menambahkan Lippo masih melihat produk rumah tapak sebagai pendorong utama kinerja prapenjualan sampai dengan akhir  2021. Selain itu, didukung juga oleh kontribusi dari anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk melalui penjualan tanah industri, komersil, dan proyek lainnya.
 
"Manajemen meyakini dapat mencapai revisi kenaikan target pra-penjualan setahun penuh pada 2021 karena didasari oleh ekspektasi peluncuran proyek baru, penjualan produk apartemen yang siap huni, serta kelanjutan penjualan tanah industri," ungkapnya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif