Pergerakan pasar properti menjelang dan setelah Lebaran. (Foto: Shutterstock)
Pergerakan pasar properti menjelang dan setelah Lebaran. (Foto: Shutterstock)

Jelang Lebaran, Pergerakan Pasar Properti Landai

Properti bisnis properti
Rizkie Fauzian • 15 Mei 2019 12:25
Jakarta: Pergerakan pasar properti menjelang dan setelah Lebaran diprediksi cenderung landai. Penyebabnya harga barang-barang konsumsi selama bulan Ramadan mengalami lonjakan sehingga pembelian properti bukan menjadi prioritas.
 
Hasil survei Rumah.com Property Index menunjukkan tren harga pasar properti mengalami penyesuaian dalam tiga tahun terakhir, terutama terjadi pada kuartal ketiga. Tahun ini tren penyesuaian juga akan terjadi.
 
"Penyesuaian ini lebih disebabkan perhatian pasar teralihkan pada konsumsi jangka pendek seputar Hari Raya. Namun tren jangka panjang tetap positif, baik dari sisi harga pasar mau pun ketersediaan rumah," kata Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, harga properti pada kuartal ketiga 2016 mengalami penurunan sebesar 0,4 persen dari kuartal sebelumnya. Sementara pada 2017, naik sebesar 1,07 persen. Sedangkan pada 2018, harga properti mengalami kenaikan di kuartal kedua 2018 sebesar 1,14 persen.
 
"Secara historikal, setiap bulan Ramadan dari tahun ke tahun penjualan properti relatif cenderung turun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pola ini terbentuk dari kebiasaan para calon pembeli yang akan menunda melakukan transaksi hingga satu bulan setelah Lebaran, dan akan polanya akan naik lagi hingga mendekati tahun baru," katanya.
 
Sementara dari sisi suplai, tren penurunan terjadi pada periode Ramadan dan Lebaran 2017 dan 2018. Pada 2017, indeks menunjukkan suplai properti pada kuartal kedua mengalami penurunan sebesar 2,08 persen. Sedangkan pada 2018, suplai properti mengalami penurunan di kuartal kedua sebesar 2,11 persen.
 
"Penurunan suplai properti ketika Ramadan dan Lebaran karena penjual cenderung menghabiskan persediaan suplai yang telah ada. Diiringi dengan penyerapan pasar yang tidak terlalu agresif, maka hal ini menjadi lebih masuk akal daripada memaksakan suplai pada saat sebagian besar fokus masyarakat diarahkan pada spending konsumsi jangka pendek," katanya.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif