Pembangunan rumah bersubsidi di Bojong Gede, Bogor, Antara, Yulius Satria Wijaya
Pembangunan rumah bersubsidi di Bojong Gede, Bogor, Antara, Yulius Satria Wijaya

Rumah Rakyat Dinilai Belum Sentuh Warga Bergaji Rendah

Properti program sejuta rumah
Antara • 06 Februari 2019 17:03
Semarang: Masih banyak warga berpenghasilan di bawah Rp3 juta yang belum mampu memiliki rumah layak huni. Kondisi itu berbanding terbalik dengan program pemerintah dalam pengadaan sejuta rumah dalam beberapa tahun terakhir.
 
Dosen Komunikasi Politik STIKOM Semarang, Suryanto, mengatakan hasil penelitian menunjukkan 60 persen keluarga berpenghasilan rendah tak mampu membeli rumah melalui mekanisme pasar formal. Mereka adalah pekerja yang berpenghasilan rata-rata Rp2,6 jta per bulan.
 
"Lantaran itu kami harap debat calon presiden dan wakil presiden mendatang memberikan titik terang menangani masalah ini," harap Suryanto di Semarang, Jawa Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harapan senada disampaikan Asnawi Manaf, pakar kerumahan yang memaparkan data dari Pusat Kajian Perumahan dan Permukiman (PKPP) Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro Semarang. Program perumahan rakyat baru menyentuh pekerja yang berpenghasilan di atas Rp3 juta. Sehingga, pekerja yang berpenghasilan lebih rendah harus berjibaku memenuhi kebutuhan mereka secara swadaya.
 
Seharusnya, pemerintah jeli melihat peluang itu. Kemandirian itu harusnya bisa dimanfaatkan secara optimal.
 
"Selama ini, lebih 70 persen keluarga di Indonesia membangun tempat tinggal secara mandiri. Tapi tidak tertata dengan baik," ungkap Asnawi.
 
Misal lingkungannya kumuh, jaringan jalan tak tertata, dan saluran air tak rapi. Atau ketersediaan air bersih yang tak sesuai teknis kelayakan.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif