Sektor Properti Tak Kehilangan Daya Beli
Sektor Properti Tak Kehilangan Daya Beli

Sektor Properti Tak Kehilangan Daya Beli

Properti investasi properti Perumahan apartemen Bisnis Properti rumah tapak
Media Indonesia.com • 08 September 2021 20:00
Jakarta: Properti menjadi instrumen investasi yang sangat disarankan di segala kondisi ekonomi, termasuk di masa penurunan atau pemulihan ekonomi seperti saat ini. Maka saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli properti
 
"Apalagi dengan adanya relaksasi PPN dan kebijakan uang muka 0 persen dari pemerintah serta promo-promo yang diberikan pengembang yang mungkin tidak tersedia saat ekonomi sudah normal," ujar CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, Selasa, 7 September 2021.
 
Ali menjelaskan bahwa sektor properti tidak sepenuhnya kehilangan daya beli. Bahkan berdasarkan data, proyek yang diluncurkan ketika pandemi justru lebih banyak dibandingkan sebelum pandemi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika pandemi, keuangan masyarakat pasti berdampak. Faktanya semakin ke bawah semakin terganggu. Namun yang menengah ke atas daya beli mereka masih ada dan menyimpan uangnya di perbankan dan mereka akan memilih properti sebagai investasi," jelasnya.
 
Itulah yang ditangkap pengembang properti dengan meluncurkan produk-produk baru di tengah pandemi dengan target menengah atas. Selain lokasi yang strategis dan desain rumah yang fungsional, konsumen juga melihat material rumah sebagai poin lain yang patut dipertimbangkan. 
 
Soal lokasi, hunian di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tetap diminati oleh masyarakat meskipun di tengah pandemi. Salah satu wilayah yang potensial dijadikan investasi di Tangerang ialah Gading Serpong. 
 
"Paramount Land telah mengembangkan Kota Gading Serpong sebagai pusat hunian dan komersial yang saling terintegrasi dengan berbagai fasilitas lengkap," jelasnya. 
 
Executive Vice President of Consumer Loan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Felicia M. Simon menjelaskan pada semester pertama 2021 kondisi ekonomi terus membaik, bahkan ekspor Indonesia meningkat 30 persen dari kuartal sebelumnya. 
 
"Likuiditas perbankan saat ini juga cukup melimpah, karena masyarakat tidak bisa melakukan kredit termasuk KPR," ujarnya. 
 
Untuk menggerakkan pemulihan ekonomi, pemerintah memberikan sejumlah stimulus di sektor properti, di antaranya suku bunga yang rendah hingga 3,5 persen, DP rendah, dan PPN ditanggung pemerintah. 
 
"Selama pandemi kami melihat daya beli konsumen itu tetap ada terutama menengah atas, tinggal bagaimana menggerakkan mereka untuk berinvestasi itu yang harus kami lakukan," ujarnya. 
 
Tahun ini merupakan salah satu periode paling istimewa, di saat pandemi seperti ini pemerintah memberikan stimulus dengan memberikan suku bunga yang paling rendah selama 10 tahun terakhir.
 
Untuk menjembatani konsumen memiliki hunian, pihaknya melakukan terobosan melalui sejumlah program seperti mengadakan virtual expo bekerja sama dengan ratusan pengembang secara nasional.
 
Direktur Marketing & Sales Paramount Land M Nawawi optimistis bahwa sektor properti terus bangkit dan kebutuhan terhadap hunian masih cukup tinggi. Hal ini terbukti selama pandemi covid-19, Paramount berhasil menjual 2.700 rumah. 
 
"Ini membuktikan bahwa kebutuhan rumah maupun untuk investasi masih tinggi. Selama 2020, Paramount Land meluncurkan tujuh produk baru properti dan tahun ini sudah empat kali. Syukurnya, semua terserap pasar dengan baik," jelasnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif