Gratiskan 20% Ruang untuk UMKM, APPBI: Kami <i>Nggak</i> Mampu
Salah satu sudut Lippo Mall di Kemang, Jakarta Selatan. MI/Galih Pradipta
Jakarta:Himbauan pemerintah kepada pemilik pusat perbelanjaan agar mengalokasikan 20 persen lahannya bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sepertinya sulit dipenuhi. Terlebih bila harus menggratiskan pemakaiannya.

"Kita pada prinsipnya ingin membantu, tapi kan tidak bisa dengan menekan UMKM lain," kata Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat  Belanja Indonesia (APPBI), A. Stefanus Ridwan usai Rakernas di Sheraton Grand Jakarta, Kamis (12/4/2018).


Menurutnya saat ini lebih dari 90 persen penyewa ruang di perbelanjaan merupakan UMKM. Jika 20 persen lahan digratiskan, maka akan menimbulkan kecemburan UMKM lainnya bahkan mematikan bisnisnya karena kalah bersaing dan akhirnya pindah.

Situasi demikian sangat dihindari pemilik pusat perbelanjaan. Mereka akan kesulitan mencari penyewa baru untuk mengisi ruang yang kosong. Padahal sumber pendapatan utama adalah biaya sewa.

Pemilik pusat perbelanjaan tidak memiliki subsidi, karena biaya operasional juga tinggi. Tidak hanya listrik, tetapi juga keamanan dan kebersihan.

"Jadi pelaku usaha bilang tidak mungkin (gratiskan 20 persen lahan) dilaksanakan di mana pun. Kami tidak mampu," ujarnya.



(LHE)