Kelas menengah perlu stimulus properti. Ilustrasi: Shutterstock
Kelas menengah perlu stimulus properti. Ilustrasi: Shutterstock

Rumah Rp1 Miliar Dominasi Penjualan, Segmen Menengah Minta Stimulus Properti

Rizkie Fauzian • 05 Oktober 2022 18:46
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah jumlah kuota penerima bantuan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 220 ribu unit tahun depan. Penambahan kuota diikuti dengan kenaikan anggaran menjadi Rp25,18 triliun. 
 
Program FLPP pada 2023 akan didampingi dengan program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dengan jumlah sama 220 ribu unit sebesar Rp0,89 triliun dan program Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebanyak 754.004 unit senilai Rp 3,46 triliun.
 
Country Manager Rumah.com Marine Novita menyambut baik berbagai kebijakan dan stimulus untuk sektor perumahan terutama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun penyaluran stimulus tersebut dinilai perlu perluasan subsidi untuk kelas menengah agar tidak hanya fokus pada MBR saja.
Baca juga: Cari Rumah Murah di Kabupaten Tangerang, Ini Pilihannya

"Perlunya perluasan tersebut mengingat kelas menengah selama ini tidak terjangkau fasilitas subsidi namun penghasilannya masih pas-pasan untuk mencicil rumah non-subsidi," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi berdasarkan data pencarian properti di Rumah.com terlihat bahwa minat konsumen terhadap properti di harga menengah terus meningkat. Situasi ini perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan Pemerintah sehingga memungkinkan lebih banyak kelas menengah untuk bisa memiliki hunian.
 
Data Rumah.com menunjukkan bahwa sepanjang kuartal II-2022, pencarian terhadap properti dengan harga di atas Rp1 miliar mendominasi sebesar 55 persen. Sementara rentang harga di bawah Rp300 juta terus menurun 13 persen. 
 
"Hal ini tentu tidak lepas dari keberadaan skema subsidi dari pemerintah di mana batas atas harga ditetapkan kisaran Rp160 juta. Artinya, pencarian rumah di Rumah.com semakin mengerucut ke tengah," ujar Marine. 
 
Sementara itu, pencari rumah dengan kemampuan membeli lebih besar mencari perumahan dengan akses yang lebih terkoneksi, lokasi yang lebih strategis, dan fasilitas yang lebih banyak, sehingga harganya pun menjadi semakin mahal. 
 
"Dari fakta tersebut, kami menyimpulkan perlunya pemerintah memperhatikan kelas menengah yang kebutuhan perumahannya juga perlu untuk dipenuhi sekaligus dengan tetap memperhatikan aspek fasilitas, akses, dan bangunan yang lebih sesuai untuk kelas menengah tersebut," jelasnya.
 
Marine menambahkan bahwa Rumah.com mendukung segala upaya untuk menjawab kebutuhan milenial kelas menengah. Mengingat milenial memiliki horizon usia produktif yang masih panjang sehingga salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan memilih durasi tenor cicilan yang lebih lama.
 
"Namun beban bunga kredit masih menjadi masalah dimana saat ini rata-rata di kisaran 7.8 persen tentu akan terasa besar dengan jangka waktu pinjaman lebih lama,"ungkapnya.

 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif