Segmen rumah kecil dan menengah tetap menjadi penggerak pasar. Foto: Freepik
Segmen rumah kecil dan menengah tetap menjadi penggerak pasar. Foto: Freepik

Properti 2026: Stabil, Tapi Rumah Mewah Mulai Lesu

Rizkie Fauzian • 06 Mei 2026 11:41
Ringkasnya gini..
  • Pasar properti Indonesia kuartal I 2026 relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar -0,1 persen.
  • Segmen rumah kecil dan menengah mencatat pertumbuhan dan menjadi penopang utama pasar.
  • Rumah premium mengalami koreksi karena investor lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian global.
Jakarta: Pasar properti nasional menunjukkan stabilitas di tengah tekanan eksternal dan faktor musiman. Segmen rumah menengah dan kecil menjadi penopang utama, sementara pasar premium cenderung bergerak lebih hati-hati.
 
Di sisi lain, pasar sewa terus mencatatkan pertumbuhan positif, terutama di sejumlah kawasan potensial. Hal ini tercermin dari data terbaru Pinhome melalui Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) kuartal I 2026 yang menunjukkan ketahanan sektor properti di Indonesia.
 
Berdasarkan data tersebut, Indeks Harga Jual Rumah Nasional pada kuartal I 2026 tercatat relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar -0,1 persen baik secara kuartalan maupun tahunan.

Jika dirinci berdasarkan segmen, rumah kecil dan menengah justru menunjukkan kinerja yang solid. Rumah tipe ≤54 tumbuh +0,3 persen dan tipe 121–200 naik +0,5 persen secara kuartalan. Secara tahunan, pertumbuhan mencapai +1 persen untuk tipe ≤54 dan +0,6 persen untuk tipe 55–120.
 
Menurut CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, segmen rumah kecil dan menengah tetap menjadi penggerak pasar karena didorong oleh faktor keterjangkauan dan kebutuhan hunian dasar yang stabil.
 
"Segmen rumah kecil dan menengah menjadi penopang pertumbuhan pasar, didorong oleh keterjangkauan dan kebutuhan hunian dasar yang menjaga permintaan tetap stabil,” ungkap Dayu dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
 
Sementara itu, segmen rumah besar tipe ≥201 mengalami koreksi sebesar -0,5 persen secara kuartalan dan -0,7 persen secara tahunan.
 
Penurunan ini mencerminkan sikap kehati-hatian di pasar premium, seiring ketidakpastian ekonomi global akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta faktor cuaca.
 
Dalam kondisi tersebut, investor cenderung lebih selektif dan menunda pembelian aset bernilai besar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan