Peluang pengembangan proyek properti di ibu kota baru. (Foto: Shutterstock)
Peluang pengembangan proyek properti di ibu kota baru. (Foto: Shutterstock)

Ibu Kota Baru Resmi Diumumkan, Pengembang Properti Atur Strategi

Properti pemindahan ibukota
Ilham wibowo • 26 Agustus 2019 17:02
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan calon ibu kota baru terletak di Kalimantan Timur (Kaltim).
 
Usai pengumuman, pengembang properti bergerak cepat. Lokasi calon ibu kota baru tersebut masuk dalam salah satu rencana investasi jangka panjang pengembang.
 
Direktur Utama PT PP Properti Taufik Hidayat mengatakan pihaknya sudah sejak empat bulan lalu, melakukan kajian internal mengenai peluang pengembangan bisnis dalam agenda mega proyek ini. Namun, kajian yang lebih mendetail baru bisa difokuskan setelah mendapatkan kepastian resmi calon ibu kota baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kajian kami menjadi lebih fokus dan pada saatnya kami ambil langkahnya yang tepat dalam berinovasi di lokasi yang baru," kata Taufik, ditemui usai Public Expose di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.
 
Pengembangan bisnis jangka pendek juga sudah bisa dilakukan, terutama di sekitar kawasan yang bakal dijadikan proyek ibu kota. Taufik meyakini aset yang telah ada di Kaltim kinerjanya bakal ikut terdongkrak.
 
"Kami di Balikpapan ada hotel dan mal, nah ini juga kami yakin di sana akan menjadi lebih maju," kata dia.
 
PP Properti juga optimistis dengan pertumbuhan kinerja tahun ini karena terdapat sejumlah komitmen investasi dari beberapa investor domestik dan asing.
 
Sejumlah produk yang dibidik para investor yakni Apartemen Grand Shamaya Tower 3, apartemen Grand Sungkono Tower 5, apartemen Grand Kamala Lagoon Tower Kamala Kandara, dan apartemen Mazhoji Depok Tower MA.
 
"Berakhirnya pilpres, turunnya bunga bank, selesainya sejumlah pembangunan infrastruktur, serta kelonggaran pajak properti mewah merupakan insentif bagi bergairahnya kembali industri properti di Tanah Air," uiar Taufik.
 
Emiten berkode PPRO ini juga optimistis tahun ini mampu mencetak kineria lebih tinggi daripada tahun lalu. Proyeksi presales hingga akhir tahun diperkirakan sebesar Rp3,7 triliun, dengan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun, dan Iaba bersih Rp476 miliar.
 
"Di samping kinerja laba, tahun ini PPRO juga optimistis semakin membaiknya kinerja arus kas karena adanya program khusus yang bersinergi dengan Bank BTN untuk memberikan bunga KPA sebesar 5 persen, serta adanya pembayaran uang muka dari transaksi bulk selling," ucapTaufik.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif