Prospek bisnis properti di Jakarta jika ibu kota pindah. Ilustrasi: Shutterstock
Prospek bisnis properti di Jakarta jika ibu kota pindah. Ilustrasi: Shutterstock

Ibu Kota Pindah, Bagaimana Bisnis Properti di Jakarta?

Properti pemindahan ibukota investasi properti Bisnis Properti Ibu Kota Baru
Antara • 11 Januari 2022 11:48
Jakarta:Pemerintah bakal memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Hingga kini pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN masih bergulir.
 
Lantas bagaimana prospek bisnis properti di kawasan  Jabodetabek, khususnya di Jakarta setelah ibu kota pindah?
 
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menilai Jakarta akan tetap berfungsi sebagai kota komersial dan bisnis jika ibu kota baru resmi pindah ke Kalimantan Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi komersial ini kelihatannya menurut perkiraan kami sampai 10 tahun ke depan, Jakarta masih akan menjadi daya tarik utama bagi pelaku industri properti," ujarnya dalam diskusi daring Prolab di Jakarta, Senin malam.
 
Menurut Ferry, perkembangan sektor properti di IKN sendiri membutuhkan proses dan waktu. IKN ini memiliki prospek, apalagi kalau nantinya memang terdapat kebijakan dari pemerintah bahwa ASN diharuskan berlokasi di sana.
 
"Untuk IKN mungkin ini masih perlu waktu yang sedikit lama, walaupun memang sudah terdapat beberapa pengembang yang mengincar daerah di sana," katanya.
 
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan harga tanah di IKN sebentar lagi akan naik seiring dengan rencana pemindahan dan juga masifnya pembangunan infrastruktur.
 
Dengan demikian, ia meminta para pemilik tanah di daerah calon IKN di Kaltim bisa merencanakan dengan matang bagaimana kehidupan ke depan saat IKN pindah dari Jakarta.
 
Pembangunan IKN di Kaltim merupakan salah satu bentuk pemihakan presiden kepada Pulau Borneo. Maka dari itu, Sri Mulyani berharap sumber daya manusia (SDM) di calon IKN baru tersebut bisa terus ditingkatkan, sehingga peran Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sangatlah penting.
 
Sementara itu ia menjelaskan aset negara yang akan ditinggalkan di Jakarta akan tetap dikelola oleh pemerintah, sehingga Undang-Undang (UU) yang mengaturnya akan diselesaikan.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif