Stadion Utama Gelora Bung Karno

Intip Fasilitas Terbaru Stadion Utama GBK

Rizkie Fauzian 15 Januari 2018 14:00 WIB
gbk
Intip Fasilitas Terbaru Stadion Utama GBK
Stadion Utama Gelora Bung Karno. medcom.id/Dimas P
Jakarta:Banyak yang baru di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Bangunan yang dibangun pada 1962 tersebut kini tidak kalah dengan stadion terkemuka lain di berbagai negara. Standart bintang lima FIFA.

Memang bila hanya melihat tampilan luar fisik bangunannya, nyaris tidak ada perubahan. Ini karena SUGBK merupakan cagar budaya yang dilindungi sehingga pemugaran hanya bisa dilakukan dengan syarat mempertahankan ciri khas bangunannya.


"Ini bangunan heritage, jadi renovasinya tidak ektrim. Kita alokasikan budgetnya 60-20-20, artinya 60 (persen) untuk teknologi, 20 (persen) arsitektur dan 20 (persen) lagi perbaikan-perbaikan lainnya," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Penataan Bangunan Strategis 2 Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kusworo Darpito.

Lantas ada fitur apa sajakah yang baru? Melalui medcom.id, Kusworo Darpito memaparkannya untuk Anda;

Kursi lipat single

Tempat duduk lipat tunggal di tribun penonton adalah bagian yang langsung dapat dikenali. Perubannya dari yang sebelumnya berupa bangku kayu panjang, membuat kapasitas tempat duduk menyusut dari 80 ribu menjadi 76 ribu orang.



Setiap kursi mampu menahan beban 250 kilogram dan sulit ditarik sehingga bisa menghindari vandalisme. Mekanisme lipatnya yang sederhana bisa cepat menghasilkan lorong untuk penonton lewat sehingga bila terjadi kondisi darurat, stadion dapat dikosongkan hanya dalam waktu 15 menit.

Kombinasi warna merah, putih dan abu-abu pada puluhan ribu kursi ditata sedemikian yang bisa dilihat dari tribun seberangnya. "Desainnya menciptakan ilusi lilitan bendera Merah Putih mengelilingi stadion," papar Kusworo.

Tata cahaya dan suara

Pencahayaan kualitas high definition (HD) tidak hanya untuk penerangan lapangan saat ada pertandingan pada malam hari. Namun juga menciptakan efek cahaya mewah di eksterior gedung.

Meski tata cahaya berkekuatan 3.500 lux itu tiga kali lebih besar dibanding yang lama, tapi konsumsi listriknya malah 50 persen lebih hemat. Hebatnya lagi sudah terintegrasi dengan sistem tata suara 80 ribu watt PMPO yang bisa membuat efek lebih dramatis ketika Indonesia Raya dinyanyikan bersama oleh puluhan ribu penonton yang memenuhi seluruh tribun.



"Ini sudah standar bintang lima FIFA. Ada 600 titik lampu yang sudah terintegrasi dengan sound system dan bisa mengikuti irama," jelas Kusworo.

Sistem deteksi wajah

Seluruh stadion kelas dunia menerapkan deteksi wajah penonton sebagai bagian dari sistem keamanan. Demikian juga SUGBK yang memiliki CCTV di berbagai tempat.

Kamera pemantau kualias 7K ini mampu mendeteksi wajah pelaku kejahatan yang membaur dengan ribuan penonton. Sistem indentifikasi jutaan footage-nya terhubung database Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Rumput mewah dan selimut canggih

Hamparan rumput di SUGBK adalah jenis Zoysia Matrella yang merupakan kelas 1 standar FIFA. Selain itu ada sistem drainase di bawah rumput yang mencegah lapangan banjir. Bila digunakan sebagai tempat konser musik atau lainnya, tidak perlu digulung rumpunya, melainkan diselimuti dengan mekanisme yang canggih.



"Orang menyebutnya rumput Manila, karena pertama ditemukannya di Manila," sambung Kusworo.

Papan skor retro

Salah satu detail yang dipertahankan adalah penujuk waktu 'analog' dari SEIKO yang ada di papan skor digital berukuran 16x6 meter. Keberadaan papan skor di tribun barat dan timur itulah yang menguatkan kesan retro interior stadion.

"Papan skor ini termasuk heritage. Layarnya kita ganti tapi dudukannya semua asli. Jadi memoderenisasikan tanpa mengubah aslinya sesuai UU Cagar Budaya," jelas Kusworo.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id