Perbaikan kualitas rumah melalui program bedah rumah. Foto: Kementerian PUPR
Perbaikan kualitas rumah melalui program bedah rumah. Foto: Kementerian PUPR

Bangun 113 Rumah Swadaya di Langsa, Pemerintah Anggarkan Rp2,1 Miliar

Properti perumahan sejuta rumah bedah rumah Penyediaan Rumah Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 28 September 2020 18:02
Aceh: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperbaiki 113 unit rumah tipe 36 untuk merelokasi warga dari bantaran sungai Langsa.
 
Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), relokasi rumah tidak layak huni di bantaran sungai diharapkan dapat mengurangi kawasan kumuh di daerah tersebut.
 
"Kementerian PUPR memastikan bahwa program padat karya pada program BSPS walaupun dalam situasi wabah virus korona ini tetap bisa berjalan di lapangan," kata Direktur Jenderal Perumahan Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Senin, 28 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program dengan skema Padat Karya ini ditargetkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi covid-19.
 
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Sumatra I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Lilik Lastantyo Adiarso menyatakan pembangunan rumah swadaya tersebut merupakan hasil kolaborasi program perumahan Pemkot Langsa dan Kementerian PUPR.
 
Menurutnya, kawasan bantaran sungai harus bebas dari kawasan permukiman sehingga aliran sungai dapat terpantau dengan baik. Proses relokasi dan pembangunan rumah swadaya akan dilaksanakan melalui Program Padat Karya Perumahan Swadaya sehingga masyarakat dapat terlibat aktif dalam proses pembangunannya.
 
Dari 103 unit yang dibangun di antaranya berada di Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro dan 10 unit di Gampong Telaga Tujoh, Kecamatan Langsa Barat. Adapun sumber dana pembangunan rumah swadaya tersebut berasal dari APBD Kota Langsa dan Dana BSPS dari Kementerian PUPR.
 
"Total anggaran untuk pembangunan rumah tersebut sebesar Rp2,1 miliar dan sementara luas tanah yang dihibah nantinya seluas 10 x15 meter akan dihibahkan kepada masyarakat penerima manfaat," jelasnya.
 
Lilik menambahkan program BSPS tujuan utamanya adalah untuk mendorong keswadayaan masyarakat dalam peningkatan kualitas rumah dari yang tidak layak huni menjadi layak huni.
 
Program BSPS ini juga menjadi wujud nyata upaya pemerintah membantu masyarakat di tengah pandemi covid-19 sekaligus meningkatkan kualitas rumah masyarakat agar lebih layak huni.

 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif