Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

12 Kelompok Sudah Mendaftar di Program Perumahan Komunitas

Properti program sejuta rumah
Anggi Tondi Martaon • 04 Maret 2019 14:11
Jakarta: Untuk menyuksesekan Program Sejuta Rumah, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuat program Perumahan Komunitas.
 
Program tersebut diperuntukkan bagi komunitas kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Saat ini, sudah ada 12 komunitas yang mengajukan akan mengikuti program tersebut. 
 
"Komunitas itu harus betul-betul mempunyai misi yang sama. "Tidak ada batasan komunitas. Yang penting mereka MBR dan belum dapat subsidi," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, ditemui di sela acara PUPR 4.0 Expo di Kantor Kementerian PUPR, Jalan Pattimura, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program tersebut sudah direalisasikan di beberapa daerah, di antaranya Komunitas Kendal Curug Sewu Asri dan Komunitas Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG).
 
Bagi komunitas yang tertarik menjadi peserta Perumahan Komunitas dapat mengajukan kepada pemerintah pusat, daerah, asosiasi, atau pengembang. Selanjutnya, komunitas tersebut harus menyelesaikan setiap tahapan proses administrasi dan pengecekan.
 
"Betul-betul komunitas, bukan buatan. Seperti komunitas wartawan, ada badan hukumnya kan," ujar Khalawi. 
 
Lebih lanjut mengenai persyaratan, Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana menjelaskan, kelompok yang ingin mengikuti program Perumahan Komunitas harus memiliki institusi resmi. Minimal, terdaftar pada Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
 
"Lembaganya tidak harus berbentuk CV atau PT dan lain-lain. Bisa berbentuk koperasi, paguyuban, dan diakui oleh sistem yang berlaku," kata Dadang.
 
Persyaratan itu dibuat agar bantuan yang diberikan tidak salah sasaran, serta mempermudah penyaluran subsidi dan pengajuan kredit kepada pihak perbankan. 
 
"Saya kira nanti kita akan mengatur sistem persyaratan," ucap Dadang.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif