Bakrie targetkan Rp 64 M dari Cakung
Ruko ditawarkan seharga Rp 2,8 M hingga Rp 5 M per unit.
Jakarta: Pulogadung dan Cakung tidak lagi melulu berisi pabrik. Proyek residensial dan komesial mulai banyak terlihat seiring dibukanya akses jalan jalur tol yang  menghubungkannya langsung dengan pusat ekonomi Jakarta.

Kondisi ini membuka pasar baru bagi bisnis properti, yaitu rumah toko bagi para wirausahawan menengah. Peluang ini digarap PT Bakrie Pangripta Loka (BPL) melalui produk Sentra Timur Commercial Park 8 (STCP 8) di kawasan Sentra Timur Superblok, Cakung, Jakarta Timur.


"Ruko di SCTP 8 kami tawarkan mulai Rp 2,8 miliar hingga Rp 5 miliar," ujar Direktur BPL, Andre R Makalam dalam keterangan tertulis, Senin (23/7/2018).

Kompleks pertokoan ini berdiri di lahan seluas 5 ribu-an meter persegi. Setiap unit lantai terdiri dari tiga lantai. Luasnya tiap unit ruko bervariasi, dari 140 meter persegi hingga 292 meter persegi.

Sepanjang semester pertama 2018, BPL mempu menjual satu unit ruko per bulan. Andre akui capaian itu memang belum siginifikan. Untuk menggenjot pemasasaran semester dua ditawarkan skema pembiayaan tanpa uang muka dan gratis biaya akad kredit.

"Kami targetkan revenueRp 64 miliar dari proyek ini,” imbuh Andre.

Proyek STCP 8 sudah melewati tutup atap pada Februari 2017 dan mulai diserahterimakan kepada pembeli sejak Maret 2018. Kawasan superblok ini akan terus dikembangkan dan dibangun pusat bisnis CBD 1 dan CBD 2 di Jakarta.

Lokasi STCP 8 cukup dekat dengan Kawasan Industri Pulogadung (KIP) serta Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Di sekitar terdapat fasilitas transportasi massal seperti Bus TransJakarta Koridor XI, Stasiun KRL Cakung, serta Light Rapid Transit (LRT) yang bakal melintas di kawasan ini.

"Peluang kawasan ini semakin berkembang,” yakin Andre.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id