Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Sofyan Djalil. FOTO: Medcom.id/Rizkie Fauzian.
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Sofyan Djalil. FOTO: Medcom.id/Rizkie Fauzian.

RUU Pertanahan Ditunda, Awal Tahun Siap Dibahas Lagi

Properti RUU KUHP pertanahan
Rizkie Fauzian • 25 September 2019 14:06
Jakarta: Pemerintah dan DPR sepakat menunda pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan. Alasannya, pasal-pasal dalam RUU Pertanahan yang dianggap masih menjadi perdebatan beberapa pihak.
 
"Ada perdebatan, karena kurang sosialisasi nanti kita lihat dahulu, makanya kita tunda dulu, strategisnya kita tunggu saja dari tim yang menyusun UU itu," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Sofyan Djalil di Indonesian International Property Expo (IIPEX) 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.
 
Menurut Sofyan secara substansi tidak ada masalah dalam RUU Pertanahan tersebut. Namun, karena kesepakatan, akhirnya RUU tersebut ditunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walaupun secara substansi ya menurut kami sudah bagus, tetapi kemudian pada diskusi terakhir ada beberapa poin yang barangkali perlu diskusi ulang. Kita tunda, nanti awal tahun dibahas kembali oleh dewan," jelasnya.
 
Sofyan menjelaskan, UU Agraria yang saat ini digunakan dibuat 59 tahun lalu. Padahal selama kurun waktu tersebut banyak perubahan yang terjadi sehingga UU Agraria dinilai kurang tepat.UU Pokok Agraria juga diterbitkan ketika ekonomi Indonesia masih berbasis agraria sehingga pertanahan identik dengan pertanian.
 
Kontribusi industri, manufaktur, properti dan lain sebagainya terus meningkat terhadap PDB. Sebaliknya, peran pertanian terus menurun karena semakin terkikisnya lahan untuk sektor tersebut
 
"Undang-undang tidak berubah, padahal masyarakatnya berubah, ekonomi berubah, kondisi masyarakatnya juga berubah. Untuk itu kita perlu bikin UU Pertanahan, karena orang banyak salah persepsi sehingga banyak yang menolak," ungkap Sofyan.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif